Tokyo (ANTARA News/AFP) - Harga saham di bursa Asia pada perdagangan Senin melonjak dengan harga saham di Tokyo mencatat posisi tertinggi dalam hampir dua bulan terakhir setelah investor berharap perekonomian AS akan kembali pulih tahun ini setelah nelangsa di sepanjang tahun 2008. Para investor memetik sinyal baik dari Wall Street di mana pada transaksi Jumat rata-rata naik didorong ekspektasi positif bahwa paket stimulus ekonomi besar-besaran dari Presiden terpilih Barack Obama akan memompa lagi perekonomian AS yang tertimpa resesi itu. Indeks Nikkei-225 di Tokyo ditutup 2,07 persen lebih tinggi di sesi pertama perdagangan Senin ini menjadi di atas 9.000 poin atau untuk pertamakalinya terjadi sejak 10 November tahun lalu. Di kawasan lain, indeks harga saham melonjak 2 persen di Hongkong, 1,40 persen di Shanghai, 2,92 persen di Taipei, 2,06 persen di Seoul dan 0,6 persen di Sydney. "Harga saham mendapat dorongan positif dari menguatnya pasar saham di Amerika Serikat dan ekspektasi positif pulihnya perekonomian AS tahun ini," kata Makoto Sengoku, analis pasar pada Tokai Tokyo Securities. Nilai kurs yen yang lebih lemah telah mendorong bangkitnya lagi eksportir Jepang yang sempat terpukul keras oleh rangkaian apresiasi yen belakangan ini, tambah Makoto. Para dealer mengungkapkan, mereka juga terdorong membeli saham karena kekhawatiran bakal amblasnya industri otomotif AS menyurut setelah pemerintah AS setuju meluncurkan paket bantuan keuangan Desember lalu. "Namun masih ada kekhawatiran mengenai tingkat keuntungan perusahan dan keseluruhan ekonomi baik di Amerika Serikat maupun di Jepang," kata Ryuta Otsuka, perencana investasi pada Toyo Securities. "Dalam jangka panjang, harga saham akan tetap rentan," kata Otsuka. Pasar saham di Amerika Serikat, Eropa dan sebagian besar Asia naik tajam pada transaksi Jumat diguyur harapan bahwa tahun ini adalah tahun lebih cerah menggantikan tahun mengerikan 2008 di mana indeks Wall Street amblas 33,84 persen atau terburuk sejak 1931. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 258,30 poin atau 2,94 persen pada transaksi Jumat untuk ditutup pada level 9.034,69 poin. Obama yang resmi menduduki Gedung Putih pada 20 Januari ini telah memperkuat upaya-upayanya untuk menghidupkan lagi ekonomi AS yang lagi sekarat di bawah bayang-bayang krisis keuangan global terburuk sejak Depresi Besar. "Setelah tahun mengerikan lalu, tidak heran jika ada pembalikan teknikal (technical rebound), terutama setelah gambaran menguat di Wall Street (Jumat kemarin)," kata Johnny Lee, analis President Securities. Namun masih ada banyak kekhawatiran mengenai sampai berapa lama kecenderungan naiknya lagi harga saham ini akan bertahan. "Ke depan, ada sejumlah faktor penggerak pasar yang akan terus menaikkan harga saham, baik dalam hal indikator ekonomi maupun pendapatan usaha perusahaan," kata Otsuka pada Toyo Securities. (*)

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2009