Beijing (ANTARA) - Pemerintah Kota Shanghai, China, mulai memberikan vaksin COVID-19 hirup sebagai penguat pada Rabu.

Vaksin COVID-19 berbasis Ad5-nCoV tersebut dikembangkan oleh CanSino Biologics.

Vaksin itu menggunakan nebulizer untuk mengubah cairan menjadi aerosol yang bisa dihirup melalui mulut, menurut CanSino seperti diberitakan media lokal.

Perusahaan itu mengeklaim vaksin buatannya efektif memberikan kekebalan tubuh secara komprehensif dalam merespons virus SARS-CoV-2 hanya dengan satu tarikan napas.

"Vaksin ini bisa menginduksi imunitas humoral, selular, dan mukosal yang kuat agar bisa memberikan perlindungan ganda," kata CanSino lewat akun resminya di WeChat.

Dibandingkan dengan injeksi intramuskular, kata perusahaan itu, vaksin hirup hanya membutuhkan seperlima dari dosis normal.

Saat ini, vaksin tersebut hanya bisa digunakan sebagai penguat alternatif bagi orang dewasa berusia 18 tahun ke atas.

Baca juga: Vaksin COVID-19 dikembangkan melalui berbagai jalur teknologi di China
Baca juga: Indonesia resmikan pabrik vaksin COVID-19 didukung teknologi China

 

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2022