Jakarta (ANTARA) - Produsen-produsen kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) terkemuka di China melaporkan peningkatan penjualan yang kuat pada 2022 berkat ekspansi pasar yang cepat dan dorongan kebijakan, tunjuk data.

BYD, produsen NEV terbesar di China, mengatakan bahwa penjualan produk NEV-nya melonjak 208,64 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi lebih dari 1,86 juta unit pada 2022. Pada Desember, perusahaan tersebut menjual sekitar 235.200 unit NEV.

Perusahaan-perusahaan rintisan (startup) di bidang manufaktur otomotif, seperti Li Auto dan NIO, juga membukukan tahun yang sukses. Li Auto mengirimkan 133.246 unit NEV pada tahun lalu, naik 47,2 persen dari level 2021. Sementara, NIO mengirimkan 122.486 unit pada periode yang sama, naik 34 persen dari tahun sebelumnya.

GAC Aion, anak perusahaan NEV dari GAC Group, menjual sekitar 271.000 unit kendaraan pada 2022, naik 126 persen dari tahun sebelumnya. Gu Huinan, manajer umum perusahaan itu, mengatakan GAC Aion menargetkan untuk mengirim setidaknya 500.000 unit pada tahun 2023.

Dari Januari hingga November 2022, penjualan NEV China tembus 6,06 juta unit, naik dua kali lipat dari angka pada periode yang sama di 2021, menurut Asosiasi Manufaktur Mobil China (China Association of Automobile Manufacturers).

Asosiasi tersebut memperkirakan penjualan NEV di China pada tahun ini kemungkinan akan mencapai 9 juta unit, peningkatan secara tahunan sebesar 35 persen. 


 

Pewarta: Xinhua
Editor: Satyagraha
Copyright © ANTARA 2023