Guangzhou (ANTARA) - Seorang warga China berusia 101 tahun dan pernah terinfeksi COVID-19 pada akhir Desember lalu dan telah sembuh setelah mendapat perawatan medis selama 18 hari, Liu Guide, kini kembali berkumpul bersama keluarganya di Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong, China selatan, dan bersiap merayakan tahun baru Imlek.

Dengan suhu tubuh 39,9 derajat Celsius, Liu mendatangi Rumah Sakit Universitas Kedokteran Selatan Nanfang pada 22 Desember 2022. Dia mengalami syok toksik dan tekanan darah rendah.

Liu didiagnosis menderita infeksi paru-paru dan efusi pleura. Selain itu, dia menderita sejumlah penyakit kronis, termasuk diabetes dan hipertensi, yang membuat situasinya semakin berbahaya, ujar Tan Xiaojiang, dokter yang merawat Liu.

Rumah sakit Nanfang mengadakan konsultasi multidisiplin dan menerapkan perawatan antivirus, antiinfeksi, dan antiinflamasi untuk membantu Liu.

Tim medis juga memberikan perhatian ekstra untuk merawat Liu dengan lebih baik.

Pada Malam Tahun Baru Imlek, Tan mendampingi Liu untuk memantau tanda-tanda vitalnya dan tim perawat pun membantu Liu membalikkan badan dan menghilangkan dahak.

Di bawah pengawasan ketat dan perawatan cermat, Liu berangsur sembuh dari COVID-19. Pada hari pertama 2023, suhu tubuhnya kembali normal, tekanan darah dan saturasi oksigen darahnya membaik, dan tanda-tanda vitalnya stabil.

Setelah kesehatannya membaik, Liu dipulangkan pada 9 Januari. Putra Liu yang bernama Liu Xiaowu mengungkapkan bahwa ayahnya yang dapat melewati masa kritis dan pulang ke rumah untuk merayakan Festival Musim Semi menjadi sebuah berkah bagi seluruh keluarga.

"Ini tidak dapat dipisahkan dari keterampilan medis yang luar biasa dan perawatan staf medis yang penuh perhatian. Saya sungguh merasakan semangat mereka untuk menyelamatkan nyawa dan menyembuhkan yang terluka," ujar Liu Xiaowu.

Situasi serupa juga dialami oleh seorang pasien berusia 90 tahun yang sembuh dari COVID-19. Dia pun diizinkan pulang dari rumah sakit pada awal Januari.

Pasien bermarga Liao itu mendatangi Rumah Sakit Rakyat Kedelapan Guangzhou di Universitas Kedokteran Guangzhou pada 30 Desember 2022 karena batuk berkepanjangan.

"Awalnya saya sangat khawatir, berharap ayah saya dapat sembuh," ujar Liao Shaofei, putri dari pasien lanjut usia itu.

Liao Shaofei merasa lega saat memasuki bangsal. Suasana di ruang perawatan itu tenang, dokter serta perawat pun bekerja dengan teratur dan dapat dipercaya, ungkapnya.

Dengan perawatan yang efektif dan cermat, Liao sembuh dari COVID-19 dan pulang ke rumah pada 12 Januari. Keluarganya kini mempersiapkan Tahun Baru Imlek dengan hati yang gembira.

Rumah Sakit Umum Provinsi Kedua Guangdong juga menerima banyak pasien COVID-19 berusia 80 tahunan. Mayoritas pasien lanjut usia itu dipulangkan dari rumah sakit setelah menjalani perawatan tepat waktu dan intervensi simtomatik.

"Sebagian besar gejala pasien usia lanjut dapat dikontrol secara efektif setelah menjalani perawatan, jadi kita harus punya keyakinan," ujar Sun Ruilin, Direktur Departemen Pernapasan dan Perawatan Kritis di Rumah Sakit Umum Provinsi Kedua Guangdong.

Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2023