PET susun strategi jadi "world class green terminal"

PET susun strategi jadi "world class green terminal"

Logo Pertamina (ANTARA/HO)

PLB Tanjung Uban ini ke depan bisa dimanfaatkan untuk program 'Supplier Held Stock' (SHS) yang selama ini kebanyakan dilakukan di Singapura.
Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Energy Terminal (PET) menyusun strategi untuk mewujudkan aspirasi menjadi "world class green terminal", di antaranya dengan pengoperasian Pusat Logistik Berikat (PLB) Tanjung Uban yang sudah berjalan sejak Juli 2022 dan telah menerima kargo perdana per Agustus 2022.

"PLB Tanjung Uban ini ke depan bisa dimanfaatkan untuk program 'Supplier Held Stock' (SHS) yang selama ini kebanyakan dilakukan di Singapura," kata Direktur PET Hari Purnomo dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Rabu.

Sebelumnya, PET merupakan transformasi dan "rebranding" dari PT Peteka Karya Tirta. Langkah itu dilakukan seiring dengan perubahan "core business" perusahaan yang kini dipercaya untuk mengelola terminal-terminal strategis untuk dikembangkan menjadi "world class green terminal".

Baca juga: Pertamina pastikan tidak ada yang tertinggal dalam transisi energi

Hari menjelaskan tujuan dari transformasi itu, di antaranya untuk memperkuat "positioning" dan "brand image" perusahaan di "captive market" maupun "non-captive market" .

"Selain itu. juga untuk kepentingan ekspansi dan bersaing di pasar domestik maupun internasional, serta menambah diversifikasi produk yang kini dikelola," kata dia.

Transformasi dan "rebranding" tersebut, lanjut dia, juga diharapkan bisa menambah semangat baru untuk kemajuan perusahaan dengan tema "energizing new chapter".

Selain itu, sejumlah terobosan juga dilakukan dengan digitalisasi, di antaranya implementasi "fully automation system", "pigging system", dan "metering system" untuk menunjang keandalan dan kecepatan fasilitas pelayanan.

"Selanjutnya, terdapat juga penggunaan teknologi energi bersih seperti PLTS di seluruh operasi milik PET serta membangun "Ship Loading Vapor Recovery Unit" (VRU) pertama di Indonesia," ucap Hari.

Baca juga: Menteri ESDM ungkap pendanaan transisi energi RI di WEF2023 Davos

PET merupakan anak usaha dari "Sub Holding Integrated Marine Logistics" (SH IML) PT Pertamina International Shipping (PIS). Pada 27 Agustus 2021, seiring dengan transformasi PIS menjadi SH IML, PET dipercaya untuk mengelola terminal energi strategis yakni Integrated Terminal Tanjung Uban, Fuel Terminal Pulau Sambu, Fuel Terminal Kotabaru, Fuel Terminal Baubau, LPG Terminal Tanjung Sekong, dan LPG Terminal Tuban yang sedang dalam proses pembangunan.

Sementara itu, CEO PIS Yoki Firnandi mengapresiasi transformasi dan "rebranding" yang dilakukan oleh PET. Ia mengatakan bahwa PET sebagai bagian dari SH IML memiliki tugas besar dalam menjawab tantangan bisnis dan juga mengoptimalkan kesempatan bisnis demi mencapai visi perusahaan.

"PIS selalu mendukung PET untuk terus bertumbuh baik secara organik maupun anorganik, untuk mengembangkan terminal-terminal strategis. Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada PET, bersama-sama kami akan menjalani transformasi SH IML yang harapannya akan menjadikan PET semakin bertumbuh besar dan dapat mendukung pencapaian profitabilitas SH IML ke depan," ujar Yoki.

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2023

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar