Ankara (ANTARA) - Setidaknya 2.921 orang tewas dan 15.834 lainnya terluka di 10 provinsi di Turki akibat dua gempa besar yang mengguncang wilayah selatan negara itu, menurut keterangan lembaga bencana nasional pada Selasa pagi.

Pada Senin pagi, gempa berkekuatan magnitudo 7,7 melanda distrik Pazarcik di provinsi Kahramanmaras dan mengguncang hebat sejumlah provinsi lain, termasuk Gaziantep, Sanliurfa, Diyarbakir, Adana, Adiyaman, Malatya, Ormaniye, Hatay dan Kilis.

Kemudian pada pukul 13.24 waktu setempat (17.24 WIB) gempa berkekuatan magnitudo 7,6 berpusat di distrik Elbistan Kahramanmaras mengguncang wilayah itu.

Yunus Sezer, kepala Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD), mengatakan gempa tersebut diikuti 243 gempa susulan dan menyebabkan 6.217 gedung roboh.

Sezer menambahkan bahwa sekitar 16.400 petugas pencarian dan penyelamatan dikerahkan di wilayah terdampak gempa, dan hingga kini ada 65 negara yang telah menawarkan bantuan.

Wakil Presiden Turki Fuat Oktay mengatakan bahwa 338.000 korban gempa telah ditampung di sejumlah asrama, universitas, dan penampungan.

Orhan Tatar, manajer umum penanggulangan resiko dari AFAD, mengatakan bahwa dana darurat sebesar 250 juta lira (sekitar Rp202 miliar) telah dikirimkan ke provinsi terdampak.

Menurut Tatar, Perusahaan Jalur Pipa Petroleum Turki (BOTAS) menghentikan pengaliran minyak mentah di wilayah itu, sebagai "murni keputusan pencegahan".


Bencana terbesar sejak gempa 1939

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa gempa tersebut merupakan bencana terbesar sejak gempa Erzincan 1939.

“Negara telah melakukan tindakan bersama institusi terkait sejak terjadinya gempa. Semua sumber daya telah dimobilisasi,” kata Erdogan di kantor pusat AFAD di Ankara, yang menjadi pusat koordinasi operasi penyelamatan dan penanggulangan.

Erdogan juga meminta bangsanya untuk "satu hati," dengan mengatakan, "Saya harap kita akan meninggalkan hari-hari bencana ini dalam persatuan dan solidaritas sebagai negara dan bangsa."

Presiden mengatakannya kepada walikota Adana, Osmaniye, Hatay dan Kilis melalui sambungan telepon dan mengetahui mengenai upaya pencarian dan penyelamatan, menurut keterangan kepresidenan.

Turki akan melakukan masa berkabung tujuh hari setelah gempa bumi yang mematikan tersebut.

“Akibat gempa yang melanda negara kita pada 6 Februari, masa berkabung nasional akan berlaku selama tujuh hari. Bendera kita akan dikibarkan setengah tiang hingga matahari terbenam pada 12 Februari, di seluruh negeri dan perwakilan negara asing,” kata Erdogan di Twitter.

Sebelumnya pada Senin, Wapres Oktay mengatakan saat konferensi pers bahwa Erdogan, telah mengikuti dan mengatur upaya resmi sejak gempa pertama terjadi.

Ia menambahkan bahwa Bandara Hatay saat ini ditutup untuk penerbangan, mengatakan bahwa ia juga menutup bandara Kahramanmaras dan Gaziantep.

Oktay mengatakan ada 102 stasiun seluler dikirim ke zona gempa hingga saat ini.

Ia juga meminta media, institusi dan organisasi untuk mengandalkan pernyataan resmi guna mencegah kesalahan informasi.

Menteri Pendidikan Nasional Mahmut Ozer mengatakan bahwa pembelajaran di Turki akan ditangguhkan hingga Senin (13/2).

Menteri Pemuda dan Olahraga Mehmet Kasapoglu mengatakan semua acara olahraga nasional di Turki akan ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Gempa juga dirasakan di sejumlah negara tetangga di sekitar wilayah itu, termasuk Lebanon dan Suriah.


Tim penyelamat bersiaga

Erdogan menyampaikan belasungkawa kepada warga yang terkena dampak gempa. Dia menambahkan bahwa AFAD dan unit lainnya dalam keadaan "siaga".

Presiden mengatakan tim penyelamat segera diturunkan di wilayah gempa.

Kementerian Dalam Negeri dan Kesehatan, AFAD, kantor gubernur provinsi dan institusi lain mulai bekerja dengan cepat.

“Kami juga mengkoordinasikan pekerjaan kami setelah gempa pertama. Kami berharap kita dapat melewatinya bersama secepat mungkin dan dengan kerusakan paling kecil, dan kami melanjutkan pekerjaan kami," lanjut Erdogan.

Turki mengeluarkan peringatan tingkat 4, yang termasuk meminta bantuan internasional, menurut pernyataan oleh AFAD.

Menyusul diskusi dengan Kementerian Luar Negeri Turki, AFAD juga meminta bantuan internasional melalui Pusat Koordinasi Tanggap Darurat (ERCC)

Selain tim penyelamat, selimut, tenda, makanan dan tim dukungan psikologis juga dikirimkan ke wilayah terdampak gempa.


Turki sediakan "koridor bantuan udara"

Setelah gempa awal, “koridor bantuan udara” disediakan oleh Angkatan Bersenjata Turki untuk mengantarkan tim pencarian dan penyelamatan ke wilayah itu.

“Kami memobilisasi pesawat kami dan mengirimkan tim medis, tim pencarian dan penyelamatan serta kendaraan mereka ke wilayah gempa," kata Menteri Pertahanan Hulusi Akar.

Akar menambahkan bahwa pihaknya telah memaksimalkan kesiapan pesawatnya untuk memberikan layanan transportasi yang dibutuhkan.

Lebih jauh Akar menjelaskan bahwa sejumlah besar pesawat transportasi, termasuk A-400M milik Angkatan Bersenjata Turki, mulai mengirim tim pencarian dan penyelamatan ke wilayah itu. Pesawat ambulans juga menggunakan koridor bantuan udara yang disediakan.

“Angkatan Bersenjata Turki melanjutkan upaya mereka untuk memastikan kerusakan dan korban jiwa. Sayangnya kami kehilangan tiga prajurit. Ada juga yang terluka,” kata Akar.

Ia kemudian mengumumkan bahwa kapal transportasi angkatan laut akan berlabuh di pelabuhan Iskenderun di Hatay pada malam hari untuk membawa mereka yang terluka ke sejumlah rumah sakit di provinsi Mersin, sekitar 140 kilometer ke barat.

“Bantuan ambulans udara dan darat juga akan disediakan di wilayah itu. Saat ini kami melakukan koordinasi dari Hatay, salah satu provinsi yang terdampak oleh gempa,” kata Akar melalui Twitter.

Setelah gempa terjadi, ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai penjuru dunia sebagai bentuk solidaritas terhadap Turki.

Sumber : Anadolu

Baca juga: Gempa bumi di tenggara Turki, KBRI imbau keluarga WNI tetap tenang

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2023