sudah selayaknya kami menjadi prioritas utama untuk mendapatkan alokasi jaringan gas
Jambi (ANTARA) - Sebanyak 3.405 rumah warga Kuala Tungkal Kabupaten Tanjungjabung Barat Provinsi Jambi telah terpasang jaringan gas bumi untuk rumah tangga pada 2022 dari target 4.800 rumah.

Bupati Tanjungjabung Barat H Anwar Sadat di Kuala Tungkal, Rabu, mengatakan pemerintah setempat mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Kementerian ESDM atas terlaksananya pembangunan jaringan gas tersebut
.
"Kami berharap mendapatkan lagi alokasi untuk pengembangan jaringan gas melalui skema pembiayaan APBN, karena masyarakat sangat membutuhkan, khususnya bagi masyarakat yang sudah terdata namun terpaksa dibatalkan karena pengalihan anggaran di Kementerian ESDM," katanya.

Dari 4.800 rumah tangga yang diusulkan menerima jaringan gas tersebut, baru tersambung sekitar 3.405 sehingga masih ada kekurangan 1.395 yang belum tersambung, bagi masyarakat yang sudah didata tetapi belum tersambung diminta bersabar.

"Kabupaten Tanjungjabung Barat merupakan penghasil migas terbesar di Provinsi Jambi, sudah selayaknya kami menjadi prioritas utama untuk mendapatkan alokasi jaringan gas," kata  Anwar Sadat.

Pembangunan jaringan dapat mengurai antrean panjang akibat kelangkaan gas LPG 3 kg yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Baca juga: PGN realisasikan jaringan gas di Kota Jambi pada 2023

Baca juga: SKK Migas Sumbagsel telusuri sebab ledakan tangki gas di Tanjab Barat


Ia menambahkan penggunaan jaringan gas bumi bisa mencapai 30 sampai 40 persen lebih efisien jika dibandingkan dengan penggunaan LPG 3 kilogram.

Peresmian jaringan gas yang dilaksanakan di Kantor Lurah Sriwijaya Kecamatan Tungkal Ilir tersebut juga dihadiri Asisten II Pemprov Jambi Firdaus Khatab dan para kepala dinas dimana peresmian ini ditandai dengan prosesi membuka handel jaringan gas di rumah warga yang berada di depan Kantor Lurah Sriwijaya.

Sementara itu Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM RI Laode Sulaiman menyampaikan pembangunan jaringan gas merupakan program nasional.

"Kami bersama PT PGN terus mengembangkan terus jaringan gas ini, pada tahun 2022 kami sudah membangun 40.777 sambungan rumah dan dari angka tersebut 3.405 nya ada di Kabupaten Tanjungjabung Barat," katanya.

Adanya jaringan gas ini berdampak kepada kondisi ekonomi masyarakat yang lebih baik, karena saat ini Indonesia untuk LPG sebagian masih impor dari negara lain.

Dengan adanya jaringan gas pemanfaatan dari sumber daya tempat itu sendiri akan memberikan ketahanan energi yang lebih baik ke depan dari sisi keamanan dan kenyamanan jaringan juga sangat aman karena tekanan yang mengalir di pipa lebih rendah dari pada tekanan ban sepeda.

"Hari ini kita bersama bupati sudah mengecek langsung ke rumah warga ternyata api kompor nya sangat biru, itu menandakan jaringan gasnya bagus, untuk rumah tangga seperti ini rata-rata 7 sampai 8 meter kubik per bulan, masyarakat jangan khawatir tentang ketersediaan gasnya, dari 3.405  jaringan yang tersambung ke rumah masyarakat ini hanya membutuhkan 0,2 mmfcsd jadi sangat kecil, sehingga terjamin untuk ke depannya," kata Laode Sulaiman.

Sementara itu, Area Head Palembang PT Pertamina Gas Negara Tbk. Krietyowiweko Husnu Hidayatullah berharap kerja sama masyarakat dengan tidak menggali di sekitar aliran pipa gas dan disampaikan pihaknya telah membuka kantor cabang yang berada di Tungkal untuk konsultasi atau keperluan lainnya.

Baca juga: Korban tewas pipa migas di Tanjabbar bertambah jadi dua

Baca juga: Pemkot Jambi nilai pembangunan jargas PGN bantu pertumbuhan ekonomi

Baca juga: Pertamina temukan sumber minyak dan gas bumi di Jambi







 

Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2023