Jakarta (ANTARA) - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), sebagai anak perusahaan BUMN Pupuk Indonesia, meningkatkan dukungan dalam mempercepat penurunan stunting di Kota Bontang, Kalimantan Timur melalui program Pencegahan dan Pengendalian Stunting (PEDALGAS) dengan menggelar rembug tingkat Kelurahan.

"Rembug stunting tingkat Kelurahan penting dilaksanakan, untuk meningkatkan keterlibatan dan peran lintas sektor dalam mendukung program pencegahan serta pengendalian stunting di Kota Bontang, khususnya kelurahan Loktuan," ujar VP Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pupuk Kaltim Sugeng Suedi dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.

Sugeng mengatakan, kegiatan ini merupakan kesinambungan langkah Perusahaan dalam mendukung program Pemerintah terkait pencegahan dan pengendalian stunting, utamanya pemenuhan gizi pada anak yang mencakup intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif.

Melalui kegiatan ini, kelurahan Loktuan sebagai salah satu lokus penanganan dari Pemkot Bontang didorong untuk dapat melakukan intervensi secara terintegrasi, agar persoalan stunting yang masih terbilang tinggi di wilayah tersebut dapat dikendalikan secara optimal.

Rembug tingkat kelurahan digagas untuk merumuskan sejumlah upaya intervensi gizi yang akan dilaksanakan, sekaligus membangun komitmen bersama seluruh elemen masyarakat agar langkah penanganan stunting secara terintegrasi mampu berjalan dengan lebih maksimal.

Apalagi hal ini merupakan salah satu program prioritas nasional, yang penanganannya butuh aksi multidimensi dan multisektor. Sehingga Pupuk Kaltim pun mengambil peran melalui kolaborasi multipihak, agar ke depan angka stunting di Kota Bontang bisa ditekan melalui serangkaian upaya.

"Melalui kegiatan ini, Pupuk Kaltim berharap program intervensi penurunan stunting dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat, mengingat komitmen bersama secara terintegrasi sangat dibutuhkan untuk mendukung penurunan angka stunting," kata Sugeng.

Dirinya menyebut, program PEDALGAS merupakan bentuk kepedulian Pupuk Kaltim bagi pertumbuhan anak di Kota Bontang, sekaligus menekan risiko stunting sejak masa kehamilan. Program ini juga wujud dukungan Perusahaan terhadap pencapaian 17 indikator Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya menghilangkan kelaparan dan segala bentuk mal nutrisi di tahun 2030, serta mencapai kesehatan pangan melalui penurunan angka stunting hingga 40 persen di tahun 2025.

"Dari kesinambungan upaya pada program PEDALGAS, angka stunting yang masih terbilang tinggi di Bontang dapat terus ditekan sekaligus dicegah melalui identifikasi dini risiko pada ibu hamil dan balita," ujar Sugeng.

Baca juga: Pupuk Kaltim kolaborasi dorong pertanian berkelanjutan
Baca juga: Pupuk Kaltim mendukung FK P4S Lumajang untuk pertanian berkelanjutan
Baca juga: Dorong produktivitas pertanian, Pupuk Kaltim beri apresiasi pelanggan

 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2023