Pontianak, (ANTARA News) - Deputi III Menteri Lingkungan Hidup Bidang Peningkatan Konservasi SDA dan Pelestarian Lingkungan, Masnellyarti Hilman menyatakan, tujuh kabupaten/kota di Indonesia terkategori paling rawan kebakaran hutan dan lahan. "Tujuh kabupaten ini perlu mendapatkan perhatian lebih serius untuk meminimalisir dan mencegah kebakaran lahan dan hutan akibat membuka dan membersihkan lahan," kata Masnellyarti Hilman kepada wartawan di Pontianak, Senin (22/5). Tujuh kabupaten tersebut yakni Kabupaten Pontianak (Kalbar), Kabupaten Ketapang (Kalbar), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kalteng), Kabupaten Rokan Hilir (Riau), Kabupaten Bengkalis (Riau), Kabupaten Pelelawan (Riau) dan Kota Dumai (Riau). Menurut Masnellyarti, sejak tahun 1997, Kalimantan dan Sumatera termasuk daerah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan amat parah yang menyebabkan peristiwa kabut asap. "Sejak tahun 1997, kasus kebakaran lahan dan hutan masih terus terjadi meski tidak sebesar tahun 1997. Kalimantan dan Sumatera masih penyumbang terbesar yang terlihat dari jumlah titik api," katanya. Ia menambahkan, untuk meminimalisir kasus kebakaran hutan dan lahan di tujuh kabupaten/kota tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup memberi bantuan teknis berupa pompa air "portable" untuk memudahkan pemadaman di lapangan. Selain itu, Kementerian Lingkungan Hidup juga akan menempatkan masing-masing satu orang staf di tujuh daerah yang paling rawan kebakaran hutan dan lahan tersebut. Penempatan itu dimaksudkan agar mereka dapat bekerjasama dengan pemerintah daerah kabupaten/kota untuk melakukan sosialisasi pencegahan pencemaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan serta mendesain pembakaran bergilir bagi masyarakat termasuk pengawasannya. "Nanti mungkin akan ada mahasiswa yang akan melakukan tugas akhir ditempatkan di wilayah yang paling rawan kebakaran hutan dan atau lahan itu untuk membantu kerja petugas," kata Masnellyarti yang hadir untuk mengikuti kesepakatan bersama untuk mencegah, menanggulangi dan mengatasi kabut asap yang terjadi saat kemarau dari para bupati di Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, serta puluhan pengusaha dari Kalbar. (*)

Copyright © ANTARA 2006