Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto terus mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk naik kelas agar bisa menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global, antara lain melalui pembiayaan kepada UMKM.

“Saat ini penyaluran pembiayaan berorientasi kepada UMKM sektor produktif agar berjalan lebih optimal. Ekosistem pembiayaan juga diharapkan terintegrasi dari program bantuan sosial hingga bantuan komersial keuangan," ujar Airlangga dalam keterangan resmi, Kamis.

Menurut dia, rantai nilai UMKM yang menyumbang hingga 57 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) berperan menjaga resiliensi ekonomi dalam negeri di tengah berbagai krisis seperti pandemi COVID-19 sehingga perlu terus dikembangkan ke depan.

UMKM juga diharapkan dapat membuat produk dengan standar internasional agar dapat mengakses pasar global yang lebih luas.

Baca juga: Menko minta LPEI dukung realisasi ekspor mebel 5 miliar dolar AS

“Karakteristik UMKM ini unik, karena jumlahnya mendominasi di dalam struktur perekonomian di Indonesia, dengan jumlah yang terus bertambah setiap tahun," katanya.

Karena itu, Presiden Joko Widodo juga telah memberikan arahan agar perbankan meningkatkan porsi kredit untuk UMKM menjadi minimal 30 persen pada 2024 dari sekitar 21 persen saat ini.

“Target ini tidak mudah, karena 2024 tinggal 2 tahun lagi. Dan tentu ini memerlukan usaha ekstra dari kita semua,” ucap Airlangga.

Pemerintah juga telah menyiapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan plafon mendekati Rp450 triliun pada tahun ini dan subsidi bunga KUR untuk usaha ultra mikro hingga 3 persen.

Baca juga: Airlangga: Kinerja ekonomi 2023 perlu dukungan sektor digital

Pewarta: Sanya Dinda Susanti
Editor: Adi Lazuardi
Copyright © ANTARA 2023