Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) telah menyalurkan hibah sebesar Rp108,93 miliar pada tahun 2020-2022.

"Mayoritas hibah diberikan untuk bantuan kemanusiaan kepada Ukraina, Palestina, penanganan COVID-19 di Asia dan Pasifik, serta bencana alam di Afrika dengan total alokasi mencapai Rp68 miliar," ungkap Sri Mulyani dalam rapat komite pengarah LDKPI, seperti dikutip dari instagram resmi @smindrawati di Jakarta, Selasa.

Sementara sisanya, diberikan pula untuk pengadaan sektor pendidikan, peningkatan kapasitas dan pelatihan kesehatan, serta dukungan beasiswa.

Dengan karakteristik peristiwa bencana yang tidak dapat diprediksi, ia berharap pengelolaan dana di LDKPI ke depannya akan semakin fleksibel namun tetap akuntabel.

Dengan demikian, Indonesia bisa bergerak lebih cepat dan tanggap dalam memberikan bantuan.

Adapun penyaluran dana hibah LDKPI setiap tahunnya terus meningkat.

Pada tahun 2020, dana hibah yang disalurkan sebesar Rp29,41 miliar, tahun 2021 sebesar Rp32,02 miliar, dan tahun 2022 sebesar Rp47,5 miliar.

Selain itu, negara penerima hibah juga terus bertambah dengan komposisi penerima hibah terbesar adalah kawasan Asia sebanyak 49 persen dan Pasifik sebanyak 36 persen.

Menurut Menkeu, penyaluran hibah melalui LDKPI merupakan bentuk komitmen Indonesia untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

"Dana kerja sama pembangunan internasional ini dibentuk pada akhir 2019 dan LDKPI bertugas mengelola dana abadi yang akan digunakan sebagai bantuan kepada negara-negara dunia yang membutuhkan," jelas Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.


Baca juga: Menkeu buka pendaftaran seleksi calon anggota DK OJK

 

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Nurul Aulia Badar
Copyright © ANTARA 2023