Pontianak (ANTARA News) - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Brigadir Jenderal (Pol) Tugas Dwi Apriyanto menyatakan, langkah untuk memfokuskan pengamanan akan dilakukan di kawasan perbatasan antara Indonesia (Kalbar) - Sarawak (Malaysia).

"Selain itu, saya juga akan memfokuskan penanganan kasus-kasus sengketa lahan, perburuhan, pengamanan perbatasan, Pemilukada dan Pemilu 2014," katanya seusai menghadiri acara pisah sambut pejabat lama Kapolda Kalbar dari Brigjen (Pol) Unggung Cahyono kepada pejabat baru di Pontianak, Sabtu.

Alasan peningkatan pengamanan perbatasan itu, karena Kalbar rawan terjadi tindakan-tindakan ilegal, seperti penyelundupan gula pasir, kayu, narkoba.

"Kami akan tindak tegas, setiap pelanggaran ataupun tindakan ilegal yang menyangkut batas kedua negara, sesuai dengan aturan yang berlaku," ujarnya.

Saat ini Polda Kalbar telah memperluas daerah pengamanan oleh personel Brimob Polda Kalbar, yakni, dari tiga titik, yakni di Kabupaten Sambas, Bengkayang dan Sanggau, menjadi lima titik, ditambah Kabupaten Sintang, dan Kapuas Hulu.

Kapolda Kalbar akan melakukan silaturahim dengan Kodam XII Tanjungpura, Pemerintah Provinsi Kalbar, dan berbagai tokoh masyarakat, agama, dan adat.

Panjang perbatasan darat antara Indonesia (Kalbar) - Sarawak, Malaysia sekitar 857 kilometer terdiri lima pintu masuk, yaitu Pos Pemeriksaan Lintas Batas Entikong, di Kabupaten Sanggau dan empat Pemeriksaan Lintas Batas, yakni di Sambas, Bengkayang, Sintang dan Kapuas Hulu.

Dari sepanjang 857 kilometer itu, ada sekitar 52 jalan tikus (jalan setapak ilegal) yang menghubungkan 55 desa di Kalbar dengan 32 kampung di Sarawak, sehingga rawan digunakan untuk praktek-praktek ilegal, seperti penyeludupan gula pasir, narkoba, hasil pembalakan hutan secara liar.
(ANT)

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2012