London (ANTARA News) - Duta Besar Indonesia untuk Inggris Raya dan Republik Irlandia, Marty M Natalegawa, mengharapkan agar Keluarga Islam Indonesia di Britania Raya (Kibar) memberikan gambaran positif mengenai agama Islam. Harapan Dubes itu disampaikan pada acara Kibar Spring Gathering 2006 bertemakan "Menjadi Muslim di Negeri Orang" yang diikuti sekitar 150 peserta dari seluruh Inggris di berlangsung di Woodhouse Park, Bristol selama dua hari, Sabtu dan Minggu (27/28 Mei). Kibar Gathering yang bertujuan membina ukhuwah Islamiyah antar warga Muslim Indonesia di Kerajaan Inggris menampilkan pembicara Dr Abdallah Yasin dari Muslim Council of Wales yang membahas "Bridging Islamic and Western Civilizations Rolesand Missions for British Muslim Today ". Lebih lanjut Dubes Marty Natalegawa menilai tema yang menjadi pertemuan warga muslim Indonesia di Inggris ini yaitu "enjadi Muslim di negeri Orang," sangat tepat, khususnya dengan perkembangan yang tejadi setelah peristiwa serangan terhadap Gedung WTC di AS 9 September 2001, peledakan bom di Madrid dan juga kejadian di stasiun KA di London Juli tahun lalu dan reaksi dari pemuatan karikatur Nabi Muhammad oleh koran Denmark. "Disadari atau tidak berbagai kejadian itu telah memunculkan kembali suatu masalah mendasar mengenai citra umat Islam di negeri Barat," ujar mantan juru bicara Deplu itu, seraya menambahkan bahwa hal itu makin relevan manakala warga Indonesia hidup di dalam lingkungan yang mayoritas penduduknya adalah non muslim. Tantangan di atas, ujar Dubes yang juga menghabiskan masa kuliahnya di Inggris itu, mewajibkan warga Indonesia sebagai umat muslim Indonesia untuk memikirkan kembali upaya-upaya yang perlu dan harus dilakukan untuk memberikan pengertian kepada masyarakat disekitarnya mengenai Islam dan tak kalah pentingnya manfaat atau sumbangsih yang dapat orang Indonesia selaku Muslim yang baik. Dubes juga mengingatkan berbagai perkembangan positif di tanah air telah meyakinkan banyak pengamat dan analis bahwa Indonesia telah menjadi model yang sangat baik untuk menjelaskan hubungan Islam dengan Demokrasi. Dikatakannya populasi umat Muslim di Inggris yang diperkirakan mencapai sekitar dua juta orang dan nampaknya akan makin terus berkembang merupakan potensi yang cukup besar untuk menumbuhkan gambaran yang baik menegnai Islam di negara Barat. Diskusi panel Pada acara pertemuan keluarga muslim Indonesia yang datang dari London, Birmingham, Southampton, Bedfordshire, Glasgow, Notthingham, Sheffield, Cambride, Huddersfield, Newcastle, Glocester, Swindon, York itu juga diadakan diskusi panel dengan pembicara Dr Syamsuddin Arif dari ustadz dari Jerman. Diskusi panel yang bertema "Membangun Kepribadian Muslim di Era Globalisasi dan Tuntutan Dunia Moderen" juga tampil sebagai pembicara Dr Lukman Atmaja, wakil dari NU UK dan Dr Ali Sophian dari PI PKS dengan moderator Dr Subchan. Pada acara yang juga diperuntukkan untuk anak-anak yang berusia dibawa 10 tahun dengan berbagai permainan dan pengenalan agama Islam mulai sejak dini asuhan Siti Nurjamila Clare juga ditampilkan drama singkat bertema One day with a Muslim child dimana anak-anak diajarkan doa-doa. Anak-anak kecil yang lucu dan menggemaskan para orang tua tampil dalam drama singkat bagaimana seorang anak muslim berdoa mulai dari bangun pagi, doa sebelum makan, doa keluar rumah sampai pada doa sebelum tidur. Sementara itu diadakan acara permainan keluarga yang dipandu oleh Dono Widiatmoko dan Muslimin Anwar dan diskusi berbagai pengalaman dan perspektif hidup Muslim yang dilihat dari berbagai sudut pandang seperti mahasiswa, muslimah dan juga mereka yang telah menjadi penduduk tetap di Kerajaan Inggris. Kibar gathering yang menjadi acara tetap keluarga Islam Indonesia di Inggris ini juga diadakan lokakarya bagaimana menjadi muslim di negeri orang yang antara lain membahas bagaimana menyampaikan Islam kepada non Muslim seperti dirumah, di tempat kerja dan di sekolah. Acara Kibar kali ini yang menjadi tuan rumah pengajian Al Hijrah yang dibentuk empat tahun lalu oleh para pegawai eks IPTN yang bekerja di perusahaan penerbangan Airbus Bristol itu juga diadakan bazaar oleh ibu-ibu yang tergabung dalam Muslimah Kibar yang menjual makanan seperti sate ayam, pepes ikan, mie ayam, somai, dan es buah serta makanan mentah seperti indomie, kecap, cabe botol dan bumbu instan. (*)

Copyright © ANTARA 2006