Batam (ANTARA News) - Bank Indonesia memperkirakan pada 2014 angka pendapatan perkapita Indonesia akan berada pada level 4.000 Dolar Amerika Serikat dimana pada saat ini pendapatan perkapita telah mencapai 3.000 Dolar AS.

Dengan demikian dalam dua tahun ke depan Indonesia akan masuk pada kelompok negara dengan pertumbuhan pendapatan perkapita pada level menengah atas , kata Kepala Divisi Mediasi Internal grup Humas BI Harimurti Gunawan di Batam, Jumat.

Ia menyampaikan hal itu saat tampil sebagai pembicara pada pelatihan wartawan ekonomi bisnis Sumbar dan Kepulauan Riau, terselenggara atas kerjasama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Padang dan Batam.

Dikatakannya kenaikan pendapatan perkapita tersebut akan melahirkan kelas menengah baru yang jumlahnya akan terus bertambah.

Ini merupakan perkembangan yang luar biasa dan terjadi kenaikan mencapai enam kali lipat dibandingkan saat Indonesia mengalami krisis ekonomi pada 1997, kata dia.

Menurut dia , meningkatnya jumlah kelas menengah telah melahirkan sentra ekonomi baru diluar Pulau Jawa.

Masyarakat kelas menengah merupakan kekuatan ekonomi yang cukup besar dimana berdasarkan perkiraan BI jumlah konsumsi rumah tangga akan mencapai 5,4 persen pada 2013, kata dia.

Pada bagian lain, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2013 akan mencapai 6,7 persen dimana pada tahun ini angka pertumbuhan ekonomi telah berada pada 6,2 persen.

Indonesia merupakan negara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi nomor dua tertinggi didunia setelah Cina yang mencapai 10 persen, kata dia.

Menurut Harimurti, berdasarkan laporan majalah The Economist, Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi yang paling stabil didunia dalam 20 triwulan terakhir.

(KR-IWY/O001)

Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2012