Surabaya (ANTARA News) - ITS memperkenalkan guru besar bidang pemanasan global, Prof Dr Ir Nieke Karnaningroem, yang dikukuhkan sebagai guru besar ke-104 ITS di Grha Sepuluh Nopember ITS, Sabtu.

Dalam orasinya, dosen jurusan Teknik Lingkungan yang akrab disapa Nieke itu mengambil judul "Pengelolaan Sumber Daya Air sebagai Upaya Minimisasi Pemanasan Global".

Guru Besar bidang Pengelolaan Sumber Daya Lingkungan itu memaparkan salah satu sumber daya lingkungan yang perlu diperhatikan saat ini adalah sumber daya air.

"Air merupakan salah satu sumber kehidupan manusia. Ketersedian dan kebutuhannya harus seimbang untuk menjamin keberlangsungan sumber daya air," katanya.

Masalahnya, jumlah penduduk yang semakin banyak mengakibatkan penurunan persediaan dan kualitas air.

"Diperkirakan, penduduk dunia hanya akan dapat menikmati air kurang 30 persen dari pasokan air yang ada di bumi karena terjadinya krisis," terangnya.

Asisten Direktur II Pascasarjana ITS itu menjabarkan berbagai penyebab krisis air itu, aalah satu faktornya adalah tercemarnya sungai oleh zat pencemar.

"Zat tersebut akan mengalami degradasi dan penguapan, sehingga gas CO2 akan lepas ke udara. Gas ini akan memicu terjadinya efek rumah kaca dan peningkatan temperatur bumi, sehingga bisa pemanasan global," katanya.

Untuk meminimalkan dampak tersebut, perlu dilakukan pengelolaan sumber daya air mulai dari merencanakan, melaksanakan, memantau dan mengevaluasi sumber daya dan pengendalian daya rusak air.

"Hal ini mengacu pada pada Undang-Undang No 7 Tahun 2004 yang bermakna pemantauan, evaluasi, pendayagunaan dan pengendalian secara menyeluruh dan terpadu," katanya.

Sederhananya, upaya pengelolaan ini dapat diartikan sebagai upaya menjaga dan memelihara kualitas dan kuantitas sumber daya air agar tidak tercemar.
(ANTARA)

Editor: Ella Syafputri
Copyright © ANTARA 2012