Sebagian besar tanaman padi yang terendam banjir usia 25 hari setelah tanam,"
Lebak (ANTARA News) - Puluhan hektare sawah di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, tergenang banjir dengan ketinggian air antara satu sampai 1,5 meter akibat meluapnya anak sungai di daerah itu.

"Sebagian besar tanaman padi yang terendam banjir usia 25 hari setelah tanam," kata Ahmad, warga Desa Pasar Keong, Kabupaten Lebak, Sabtu.

Ia mengatakan, hingga saat ini banjir belum surut dan masih menggenangi puluhan hektare sawah.

Areal persawahan yang parah tergenang banjir berada di Blok Pasar Keong, Kecamatan Cibadak.

Selama ini, kata dia, areal persawahan di Kecamatan Cibadak merupakan daerah "langganan" banjir jika tibanya musim hujan.

Banjir yang melanda persawahan tersebut akibat meluapnya anak Sungai Cisangu.

Karena itu, kata dia, untuk menaggulangi bencana banjir di daerah itu diperlukan penyodetan anak sungai.

Apalagi, anak sungai itu relatif kecil dan jika hujan berlangsung melebihi lima jam dipastikan meluap.

"Kami berharap banjir yang melanda Kecamatan Cibadak bisa diatasi dengan baik," ujarnya.

Begitu pula, Sarman, seorang petani warga Pasar Keong Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak mengaku areal sawah miliknya seluas lima petak tergenang air banjir sejak Sabtu pagi.

Pihaknya berharap banjir segera surut karena jika tiga hari terendam air, kemungkinan tanaman padi miliknya mati dan rusak.

"Kami saat ini belum bisa berbuat apa-apa saat melihat sawahnya tergenang banjir," katanya.

Sementara itu, Iyan, seorang petugas relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Lebak mengatakan pihaknya saat ini sedang di lapangan untuk melakukan pemantauan untuk melihat langsung rumah warga juga areal persawahan yang terendam banjir.

Diperkirakan banjir bisa surut malam nanti karena sejak siang tidak diguyur hujan kembali.

"Saya yakin genangan banjir surut dua tiga ke depan karena debit air sungai menurun," katanya.
(KR-MSR/Z002)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2012