Jakarta (ANTARA) - Pebasket putri Indonesia Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi mengungkap faktor keberhasilan tim basket putri meraih medali emas untuk pertama kalinya di SEA Games 2023 Kamboja adalah karena faktor kebersamaan tim.

Kebersamaan yang dimaksud Dewa Ayu adalah di tim asuhan pelatih Sophie Lin itu seluruh pemain dan pelatih sama-sama mempunyai satu visi dan misi yang sama untuk mencapai target.

“Ya puji Tuhannya karena kebersamaan tim sih. Karena ya kita punya visi dan misi, sama-sama kuat mencapai target yang kita inginkan ya karena itu kita sama-sama saling mengingatkan, sama-sama saling menguatkan, jadi energinya sangat positif untuk mencapai target yang kita inginkan,” kata Dewa Ayu kepada pewarta saat ditemui di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Rabu sore.

Tim basket putri mempunyai jumlah skuad sebanyak 12 orang. Pebasket asal Bali itu mengatakan tidak mudah menyatukan 12 orang untuk mengejar satu visi misi yang sama.

Meski demikian, hal inilah yang membuat tim basket putri mempunyai kebersamaan atau chemistry yang kuat karena setiap masalah diselesaikan secara bersama-sama.

“Karena kalo di tim 5x5 ini kita punya banyak kepalanya kan, jadi untuk mencapai satu visi dan misi setiap orang tu pasti gak mungkin klop jadi kan, kita melalui banyak masalah juga,” kata atlet 24 tahun itu.

“Dengan masalah itu kita selesaikan dan kita cari solusinya dan itu membuahkan hasil, jadi kita lebih ya chemistry-nya lebih dapet, kebersamaan lebih dapet kayak gitu,” lanjutnya.

Selaras dengan pendapat Dewa Ayu, mantan manajer basket putri Indonesia di SEA Games 2015 Singapura Augie Fantinus juga setuju dengan pendapat atlet basket putri kelahiran 20 September 1998 tersebut.

Baca juga: Basket putri ukir sejarah pastikan raih emas SEA Games 2023
Baca juga: PP Perbasi: Semoga emas ini jadi pembuka untuk prestasi ke depan

“Jujur, jelas. Sebenernya ini hal yang paling simple olahraga tim maupun itu basket, sepak bola, voli, semuanya paling penting team work. Tim ini sembilan bulan bersama bahkan beberapa pemain gak sembilan bulan, udah bertahun-tahun bersama. Pelatih juga masih sama,” kata pria 43 tahun itu.

“Kebersamaan emang bener, kalo Ayu bilang seperti itu, Yuni juga bilang seperti itu,” tambahnya.

Indonesia sendiri berhasil merengkuh emas 5x5 basket putri setelah menyapu bersih enam kemenangan dari enam lawannya.

Medali emas ini merupakan emas pertama yang didapat basket putri setelah di beberapa edisi sebelumnya hanya berhasil meraih perunggu (2019, 2017, 1997, 1989, 1979) dan perak (2021, 2015, 1991).

Mengenai hal itu, secara pribadi Dewa Ayu sangat senang karena medali emas adalah medali impian yang sudah ia impikan untuk diraih.

“Puji Tuhan seneng banget gak bisa berkata-kata karena ini merupakan impian saya dari dulu saya ingin membuktikan medali emas untuk Indonesia apalagi puji Tuhannya ini mencetak sejarah bagi Indonesia,” ungkap Dewa Ayu.

Lebih lanjut, atas raihan bersejarah ini, Dewa Ayu berharap di ajang dua tahunan se-Asia Tenggara berikutnya dapat mempertahankan prestasi serta di event selanjutnya dapat mempersembahkan medali untuk Indonesia.

“Kalo bisa ini dipertahankan di SEA Games berikutnya terus juga event-event berikutnya FIBA Asia, ASEAN Games ya semoga bisa memberi medali untuk Indonesia,” kata Dewa Ayu.

Baca juga: Penantian panjang basket putri dibayar dengan sempurna
Baca juga: Erick Thohir: basket dapat emas karena Perbasi profesional


Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2023