Jakarta (ANTARA) - Pemerintah akan menenderkan enam blok gas yang berada pada lapisan batuan dangkal atau shale gas lewat mekanisme lelang reguler tahun 2013.

Menurut laman resmi Direktorat Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jumat, blok shale gas yang akan ditawarkan dalam lelang reguler sementara terdiri atas Blok North Tarakan, Berau, Kutai I, dan Kutai II di Kalimantan serta Blok Rama dan Shinta di Sumatera Selatan.

Menurut data pemerintah, ada lima investor yang telah menyelesaikan studi bersama pengembangan shale gas atau 70 persen dari proposal pengembangan yang diterima pemerintah.

Salah satu investor sudah siap menandatangani kontrak kerja sama yakni PT Pertamina (Persero).

Shale gas termasuk gas tidak konvensional namun potensinya menjanjikan. Sejak dikembangkan pertama kali tahun 2000, AS diperkirakan menghasilkan shale gas sebesar 16 miliar kaki kubik (BCF) pada 2014.

Indonesia saat ini masih berfokus pada produksi gas konvensional.

Potensi shale gas Indonesia diperkirakan mencapai 574 triliun kaki kubik (TCF) atau lebih besar jika dibandingkan gas metana batubara (CBM) yang 453,3 TCF dan gas konvensional yang tersisa 153 TCF. Cadangan shale gas antara lain ada di Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Papua.

(K007)

Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2013