Pak Rabin sebelumnya sudah bekerja cukup intens mengawal program-program transformasi BUMN, di mana kementerian menyiapkan rancangan serta pengawasan atas penajaman fokus bisnis dan reorganisasi kelembagaan.....
Jakarta (ANTARA) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir resmi melantik Rabin Indrajad Hattari sebagai Sekretaris Kementerian BUMN.

"Pak Rabin sebelumnya sudah bekerja cukup intens mengawal program-program transformasi BUMN, di mana kementerian menyiapkan rancangan serta pengawasan atas penajaman fokus bisnis dan reorganisasi kelembagaan. Beliau juga punya pengalaman dan jejaring bisnis global yang baik,” ujar Erick Thohir dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Erick juga menyampaikan bahwa pengangkatan Sekretaris Kementerian adalah bagian dari proses transformasi kelembagaan di internal kementerian agar sejalan dengan gerak program kerja secara keseluruhan.

Baca juga: Menteri BUMN: Perombakan Direksi dan Komisaris BSI bentuk evaluasi

Kementerian BUMN adalah pusat dari gerak dan kinerja korporasi milik negara. Karena itu, dibutuhkan kemampuan kelembagaan yang adaptif dengan perkembangan bisnis global.

Rabin mendapat kepercayaan sebagai Sekretaris Kementerian BUMN (setingkat Eselon I) ini berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 62/TPA Tahun 2023 tanggal 12 Mei 2023 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Badan Usaha Milik Negara.

Sebelumnya, jabatan tersebut diisi oleh Susyanto yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Kementerian BUMN sejak 22 April 2022 berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 54/TPA Tahun 2022 tentang Penunjukan Pelaksana Tugas Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara.

Baca juga: Menteri BUMN: BUMN hadir untuk mempercepat penetrasi EV di Indonesia

Sekretaris Kementerian BUMN terlantik, Rabin Indrajad Hattari menyampaikan program kerjanya, selain menyiapkan dukungan administratif, dia akan berfokus pada tiga hal yaitu program inisiatif digitalisasi, peningkatan kapabilitas SDM, dan transparansi serta akuntabilitas.

Selain itu, Rabin juga akan menyelesaikan Road Map BUMN Fase 2 untuk satu dekade ke depan.

“Road Map ini penting untuk memastikan BUMN kita bisa berkompetisi di tingkat global nantinya," ujarnya.

Pada era kompetisi global, Rabin menambahkan, BUMN didorong untuk lebih transparan, lebih akuntabel, efisien, produktif, inovatif, dan lebih kolaboratif dalam menjalankan tugasnya sebagai value creator dan development agent.

Sebelum menjadi Sekretaris Kementerian BUMN, Rabin menduduki jabatan sebagai Staf Ahli Bidang Industri di Kementerian BUMN sejak 12 Januari 2021 berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11/TPA Tahun 2021 tanggal 12 Januari 2021.

Baca juga: Kementerian BUMN angkat produk UMKM lewat "side event" KTT Ke-42 ASEAN

Rabin pernah bekerja di Asian Development Bank (ADB) Manila sejak 2010 dengan posisi terakhir sebagai Senior Economist, Regional Cooperation and Integration Division, Sustainable Development and Climate Change Department (SDCC) (2019-2020). Ia juga memiliki pengalaman sebagai Analis di The World Bank Washington DC (2007-2010) dan International Monetary Fund Washington DC (2002-2007).

Rabin meraih gelar Bachelor of Arts bidang Ekonomi dan Matematika dari The University of Georgia pada 1996, dan menamatkan pendidikan S2 di Magister Manajemen di Universitas Indonesia pada 2000 dan meraih gelar PhD in Economics di George Mason University pada 2008.

Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Nusarina Yuliastuti
Copyright © ANTARA 2023