Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengingatkan pentingnya upaya promotif dan preventif guna mencegah penyakit tidak menular (PTM).

"Upaya promotif dan preventif sangat penting dilakukan terutama pada usia produktif guna meningkatkan kualitas kesehatan," kata Asisten Deputi Peningkatan Pelayanan Kesehatan Kemenko PMK Nia Reviani di Jakarta, Jumat.

Baca juga: IDAI: Sekolah harus lakukan skrining cegah penularan COVID-19 saat PTM

Nia menjelaskan, pada saat ini Indonesia menghadapi beban ganda dari penyakit menular dan tidak menular, yang sering disebut sebagai "triple burden".

"Data yang dihimpun Kemenko PMK menunjukkan bahwa 73 persen kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes, kanker, dan stroke," katanya.

Baca juga: Ketua DPR: Pemerintah pantau PTM untuk cegah penyebaran hepatitis akut

Dengan demikian, Kemenko PMK terus berupaya melakukan edukasi dan sosialisasi guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat.

"Kemenko PMK berharap masyarakat, terutama kelompok usia produktif semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Baca juga: Siswa kurang sehat dianjurkan tak ikut PTM cegah hepatitis akut

Dengan peningkatan kesadaran tersebut, kata dia, diharapkan dapat mengurangi angka kejadian penyakit tidak menular di usia produktif, sehingga masyarakat Indonesia dapat hidup lebih sehat dan berkualitas.

Dalam rangka edukasi dan sosialisasi, kata dia, Kemenko PMK berkolaborasi dengan latform kesehatan KlikDokter, Jumat, menyelenggarakan kegiatan bertema "Upaya Preventif dan Promotif untuk Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Usia Produktif".


Baca juga: Dinas Pendidikan Palembang kembali terapkan PTM terbatas 50 persen

"Pembawa materi dalam kegiatan ini adalah dr Gia Pratama Putra, seorang praktisi kesehatan dengan topik upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan di kalangan usia produktif," katanya.

Kegiatan ini, kata dia, bertujuan untuk memberikan edukasi dan komunikasi mengenai perilaku dan kebiasaan hidup sehat di lingkungan kerja.

"Materi yang dibahas dalam kegiatan ini mencakup prevalensi kondisi kesehatan di Indonesia, transisi epidemiologi berdasarkan kelompok penyakit, golongan penyakit tidak menular, serta upaya preventif dan promotif dalam pencegahan penyakit tidak menular," katanya. T.W004

Baca juga: Cegah COVID-19, mulai 7 Februari Kota Bekasi terapkan PTM 50 persen
Baca juga: Pemkab Bekasi tunda pembelajaran tatap muka 100 persen

Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor: Tunggul Susilo
Copyright © ANTARA 2023