Tim gabungan berhasil temukan 17 korban longsor

Tim gabungan berhasil temukan 17 korban longsor

Penemuan Korban Longsor Tim SAR bersama aparat terkait mengevakuasi korban longsor yang ditemukan menggunakan eskavator, di Jorong Data Kampung Dadok, Nagari Sungai Batang, Kec.Tanjung Raya, Kab.Agam, Sumbar, Senin (27/1). (FOTO ANTARA/Iggoy el Fitra) (

Kedua korban ditemukan tim gabungan dengan menggunakan eskavator dengan jarak sekitar 20 meter dari rumah korban,"
Lubukbasung, Sumbar (ANTARA News) - Tim gabungan berhasil mengevakuasi 17 korban longsor di Jorong Data Kampung Dadok Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, hingga Rabu pukul 18:00 WIB.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam Bambang Warsito di Lubukbasung, Rabu, mengatakan ke 17 korban yang berhasil ditemukan yakni, Rosmi (75), Juliardi (25), Nurhaida (23), Dilla (2), Rosda (55), Asril (58), Indah (6), Aldi (9), Julianti (26), Tarjudin (65), Martini (60), Kursinah (70), Kamal (1,5), Erni Astuti (38) dan Mursinah (50), Bayar (70) dan Rani (8).

Hari ini, kata dia, tim gabungan menemukan dua korban atas nama Bayar pada pukul 11:00 WIB dan Rani pada pukul 16:30 WIB, dalam keadaan tubuh mulai membesar dan mengeluarkan bau tidak sedap.

"Kedua korban ditemukan tim gabungan dengan menggunakan eskavator dengan jarak sekitar 20 meter dari rumah korban," tambahnya.

Setelah ditemukan, jenazah langsung dimandikan dan disemayamkan di Masjid Al Ihsan. Kemudian dimakamkan di pandam pekuburan kaum tidak jauh dari lokasi.

Saat ini, masih tersisa tiga warga Kampung Dadok yang diduga masih tertimbun longsor yang terjadi pada Minggu (27/1) pagi. Mereka adalah P Sinaro (40), Padri (9), dan Nursidah (65).

"Saat ini tim gabungan masih terus melakukan pencarian dengan bantuan tiga alat berat," sebut dia.

Sementara korban yang terluka, yakni Irwan (37), Leni Marlina (32), Syahrial (17) dan Anto (32), masih dirawat di Puskesmas Maninjau dan RSUP M. Djamil Padang.
(KR-HMR/R021)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar