Karachi (ANTARA News) - Dua ledakan Rabu menewaskan dua orang dan mencederai enam lain di ibu kota finansial Pakistan, Karachi, kata polisi.

"Sebuah bom, yang tampaknya dipasang di sepeda-motor, meledak di daerah Sohrab Goth, Karachi timur, menewaskan dua orang dan melukai dua lain," kata Safdar Ali, seorang polisi setempat kepada AFP.

Menurut Ali, bom itu meledak beberapa menit setelah sebuah granat tangan dilempar ke kendaraan polisi yang berjarak satu kilometer.

"Sekitar 30 menit sebelum ledakan bom itu, dua orang yang naik sepeda-motor melempar sebuah granat ke kendaraan polisi. Tiga polisi dan satu warga sipil cedera dalam ledakan granat itu," katanya.

Seorang pejabat lain mengatakan, polisi berusaha mengidentifikasi korban.

"Kami masih mengumpulkan rincian mengenai kedua peristiwa itu. Kami menduga dua orang yang tewas dalam insiden kedua adalah teroris yang berusaha memasang bom," kata Abdul Kareem Mughal, seorang polisi senior, kepada AFP.

Karachi, kota berpenduduk 18 juta orang yang merupakan pusat bisnis Pakistan, secara rutin dilanda kekerasan.

Tahun 2012 merupakan masa paling mematikan di Karachi dalam dua dasawarsa ini, dimana sekitar 2.000 orang tewas dalam kekerasan yang berkaitan dengan ketegangan etnik dan politik, yang menimbulkan kekhawatiran mengenai pemilihan umum yang akan berlangsung tahun ini.

Pakistan dilanda serangan-serangan bom bunuh diri dan penembakan yang menewaskan lebih dari 5.200 orang sejak pasukan pemerintah menyerbu sebuah masjid yang menjadi tempat persembunyian militan di Islamabad pada Juli 2007.

Kekerasan sektarian meningkat sejak gerilyawan Sunni memperdalam hubungan dengan militan Al Qaida dan Taliban setelah Pakistan bergabung dalam operasi pimpinan AS untuk menumpas militansi setelah serangan-serangan 11 September 2001 di AS.

Pakistan juga mendapat tekanan internasional yang meningkat agar menumpas kelompok militan di wilayah baratlaut dan zona suku di tengah meningkatnya serangan-serangan lintas-batas gerilyawan terhadap pasukan internasional di Afghanistan.

Para pejabat AS mengobarkan perang dengan pesawat tak berawak terhadap para komandan Taliban dan Al Qaida di kawasan suku baratlaut, dimana militan bersembunyi di daerah pegunungan yang berada di luar kendali langsung pemerintah Pakistan.

Pasukan Amerika menyatakan, daerah perbatasan itu digunakan kelompok militan sebagai tempat untuk melakukan pelatihan, penyusunan kembali kekuatan dan peluncuran serangan terhadap pasukan koalisi di Afghanistan.

Islamabad mendesak AS mengakhiri serangan-serangan pesawat tak berawak, sementara Washington menuntut Pakistan mengambil tindakan menentukan untuk menumpas jaringan teror.

Sentimen anti-AS tinggi di Pakistan, dan perang terhadap militansi yang dilakukan AS tidak populer di Pakistan karena persepsi bahwa banyak warga sipil tewas akibat serangan pesawat tak berawak yang ditujukan pada militan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan dan penduduk merasa bahwa itu merupakan pelanggaran atas kedaulatan Pakistan.

Pesawat-pesawat tak berawak AS melancarkan puluhan serangan di kawasan suku Pakistan sejak pasukan komando AS membunuh pemimpin Al Qaida Osama bin Laden dalam operasi rahasia di kota Abbottabad, Pakistan, pada 2 Mei 2011, demikian AFP melaporkan.

(M014)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2013