Denpasar (ANTARA News) - Kota Denpasar, Bali mengalami inflasi sebesar 1,41 persen selama bulan Januari 2013, lebih tinggi dibanding inflasi tingkat nasional pada bulan yang sama yang hanya tercatat 1,03 persen.

Demikian pula laju inflasi tahun kelender bulan Januari 2013 sebesar 1,41 persen dan laju inflasi "year on year" yakni Januari 2013 terhadap Januari 2012 sebesar 5,23 persen, kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, I Gede Suarsa di Denpasar, Jumat.

Ia mengatakan, inflasi di Kota Denpasar itu terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 4,32 persen.

Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik 1,08 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,39 persen, kelompok kesehatan 0,17 persen serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,11 persen.

Gede Suarsa menambahkan, kelompok barang dan jasa mengalami penurunan indeks meliputi kelompok sandang sebesar 0,38 persen serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan indeks.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga selama bulan Januari 2013 antara lain bahan makanan seperti daging ayam, beras, cabe rawit, cabe merah, bawang merah, bawang putih, telur ayam ras, pisang, semangka dan ikan tongkol.

Selain itu juga ikan jongki, kangkung, tarif sewa rumah, tarik kontrak rumah, upah pembantu rumah tangga, tarif angkutan udara dan mobil.

Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain daging babi, minyak goreng, gula pasir, celana panjang jeans wanita dan baju kaos.

Gede Suarsa menjelaskan, dari 66 kota di Indonesia yang menjadi sasaran servei, 62 kota di antaranya mengalami inflasi dan empat kota sisanya mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga 3,78 persen dan terendah di Pontianak 0,01 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Sorong 0,98 persen dan terendah di Ternate 0,20 persen. Jika diurut dari inflasi tertinggi, maka kota Denpasar menempati urutan ke-19 dari 62 kota yang mengalami inflasi, ujar Gede Suarsa.

(Ant)

Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2013