Bandung (ANTARA) -
Sebanyak 17 narapidana terorisme (napiter) di Jawa Barat melakukan pembacaan ikrar setia Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada momen Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2023.
 
Adapun pembacaan ikrar tersebut digelar di Lapas Kelas IIA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kadivpas Kanwil Kemenkumham Jawa Barat Kusnali menyebut ikrar napiter di Jawa Barat itu merupakan yang terbanyak di Indonesia.
 
"Kami harap dapat membuat narapidana terorisme bisa kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan diterima di masyarakat, serta selalu tetap bisa menjaga sinergi dan kolaborasi," kata Kusnali dalam keterangannya di Bandung, Jawa Barat, Kamis.
 
Dia menjelaskan 75 napiter itu terdiri dari sebanyak 74 napiter dari Lapas Narkotika Gunung Sindur, 2 napiter dari Lapas Khusus Gunung Sindur, serta 2 napiter dari Lapas Kelas IIA Banceuy Bandung.

"Napiter ini adalah orang luar biasa yang siap membela NKRI dan menjadi garda terdepan. Mereka bukan penjahat dan bukan sampah masyarakat. Kami menghimbau kepada masyarakat untuk bisa menerima mereka kembali," kata dia.
 
Sementara itu, Kepala Lapas Banceuy Heri Kusrita, yang mengirimkan dua napiter untuk ikrar setia NKRI itu berharap para napiter itu ke depannya bisa bebas dari faham-faham radikalisme mengatasnamakan agama serta perbuatan makar menggulingkan kekuasaan yang sah yang berdasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar.
 
Menurutnya napiter yang telah berikrar setia NKRI itu akan kembali pulih hak-haknya sebagai warga negara Indonesia. Sehingga, kata dia, para napiter itu bisa mendapatkan remisi dan layanan terintegrasi lainnya.
 
"Diharapkan narapidana teroris tidak melakukan kesalahan yang sama yaitu melanggar aturan yang ada di wilayah NKRI serta setia dan patuh terhadap NKRI," kata Heri.

Baca juga: Ketua MPR tegaskan Pancasila layak dijadikan rujukan peradaban dunia

Baca juga: Menag: Pancasila merupakan bukti majunya peradaban Indonesia

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Budi Suyanto
Copyright © ANTARA 2023