Sao Paulo (ANTARA News) - Rafael Nadal harus bersusah payah untuk mencapai final turnamen ATP Brazil Terbuka pada Sabtu (16/2) waktu setempat dengan mengalahkan petenis Argentina Martin Alund dalam tiga set langsung dan lantas mengungkapkan ia bermain dalam sembari menahan sakit akibat cedera lutut.

Mantan petenis nomor satu dunia tersebut, meski masih dalam masa pemulihan cedera lutut kirinya, bertarung sekuat tenaga untuk menyingkirkan lawannya petenis peringkat ke-111 dunia dan menang 6-3, 6-7 (2/7), 6-1 dalam wakti dua menit.

Laga final yang akan berlangsung pada Minggu waktu setempat mempertemukan petenis berusia 26 tahun tersebut dengan David Nalbandian, setelah petenis Argentina itu menyisihkan petenis Italia Simone Bolelli 6-3, 7-5 dalam waktu 85 menit.

Final ini akan menjadi yang kedua kalinya sejak ia kembali dari absen tujuh bulan akibat cedera serta kondisi kesehatannya.

Pekan lalu, ia berlaga di Vina del Mar Terbuka Chili, meski gagal memenangi satupun gelar.

Nadal menyatakan dirinya siap secara fisik untuk menghadapi final meskipun lututnya tidak, kata dia dalam konferensi pers setelah pertandingan usai.

"Saya bukan unggulan. Kondisinya saat ini lebih berpihak kepada David. Saya masih belum nyaman. Hari ini lututku belum merespon dengan baik dan dalam keadaan tersebut saya tak bisa bergerak dengan baik untuk memukul bola, sungguh menyulitkan," kata dia.

"Saya akan melakukan apapun yang bisa dilakukan...tapi final nanti tentu akan menjadi pertandingan yang rumit bagi saya," ujar Nadal menambahkan.

Petenis berusia 31 tahun Nalbandian yang juga mantan petenis nomor tiga dunia dan saat ini tertahan di peringkat 93 ATP juga bermain sembari menahan cedera.

Ia mengundurkan diri dari AS Terbuka 2012 akibat ketegangan otot di dadanya.

Nadal yang telah memperoleh 11 gelar Grand Slam sempat memenangi Brazil Terbuka pada 2005 saat masih diselenggarakan di Costa de Sauipe di bagian timur Bahia.

Tahun lalu penyelanggaran turnamen dipindahkan ke Sao Paulo.
(G006/A016)

Editor: Desy Saputra
Copyright © ANTARA 2013