Kami ingin mereka tahu bahwa kami tidak akan duduk diam tanpa melakukan apapun.
Hong Kong (ANTARA) - Kepala Eksekutif Wilayah Administratif Khusus Hong Kong John Lee pada Selasa menyebutkan delapan aktivis Hong Kong yang surat perintah penangkapan mereka sudah dikeluarkan Senin pekan ini akan ‘diburu seumur hidup’.

“Satu-satunya jalan agar mereka tidak menjadi buronan seumur hidup adalah dengan menyerahkan diri,” kata di kepada wartawan.

Lee menegaskan pemerintah Hong Kong akan terus memantau kedelapan orang itu.

“Kami ingin mereka tahu bahwa kami tidak akan tinggal diam tanpa berbuat apa-apa,” sambung dia.

Kedelapan orang itu adalah tiga aktivis bernama Anna Kwok, Finn Lau, dan Yuan Gong-yi, dua mantan anggota parlemen Hong Kong, yakni Nathan Law, Dennis Kwok, dan Ted Hui, serta pengacara Kevin Yam dan mantan kepala serikat pekerja Hong Kong Confederation of Trade Unions (HKCTU) Mung Siu-tat.

Mereka dituduh mengancam keamanan nasional, termasuk bersekongkol dengan pihak asing dan melakukan penghasutan untuk mendorong pemisahan diri Hong Kong dari China.

Polisi Hong Kong menawarkan hadiah sebesar 1 juta dolar Hong Kong (Rp1,93 miliar) kepada siapa pun yang dapat memberikan informasi keberadaan mereka.

Baca juga: Membahayakan keamanan nasional, aktivis Hong Kong ditangkap kembali

Kini, para aktivis mengasingkan diri di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Australia.

Upaya menangkap mereka didasari oleh undang-undang keamanan nasional yang berlaku sejak 2020.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyebut langkah pemerintah Hong Kong tersebut “menjadi contoh berbahaya yang mengancam hak asasi manusia dan kebebasan hakiki semua manusia di seluruh dunia."

Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly menyatakan  “tidak akan menoleransi upaya pemerintah China mengintimidasi dan membungkam individu-individu, baik di Inggris maupun di luar negeri."

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menyatakan kedelapan orang tersebut berada di “barisan terdepan dari pihak-pihak anti-China yang berusaha mengintervensi urusan internal Hong Kong.”

Dia menganggap langkah polisi Hong Kong tersebut diperlukan demi menjaga keamanan nasional.

Mao juga menyatakan “menolak tegas berita bohong terkait implementasi undang-undang keamanan nasional Hong Kong serta campur tangan terhadap sistem hukum (Hong Kong) oleh negara lain."

Baca juga: China putuskan John Lee sebagai Kepala Eksekutif Hong Kong

Sumber: Reuters

 

Penerjemah: Uyu Septiyati Liman
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2023