Dinas Pertanian Kabupaten Sikka telah melakukan vaksinasi darurat pada 2.760 hewan penular rabies dengan rincian 2.725 ekor anjing, 30 ekor kucing, dan 5 ekor monyet
Maumere, NTT (ANTARA) - Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengimbau warga untuk melakukan vaksinasi rabies pada hewan penular rabies (HPR), salah satunya anjing untuk mencegah penyebaran virus rabies di kabupaten tersebut.

"Kami harapkan masyarakat dapat memberikan anjingnya untuk divaksinasi dan pemilik berada di rumah ketika petugas turun ke wilayah agar vaksinasi tercakup sempurna," kata Medik Veteriner Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, drh Ronaldo M Li Makin, di Maumere, Kabupaten Sikka, Jumat.

Ia menjelaskan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka telah melakukan vaksinasi darurat pada 2.760 hewan penular rabies dengan rincian 2.725 ekor anjing, 30 ekor kucing, dan 5 ekor monyet.

Vaksinasi darurat itu, kata dia, masih dilakukan pada 10 titik wilayah yang memiliki kasus positif pada HPR yakni Habi, Langir, Waioti, Lepolima, Hepang, Sikka, Reroroja, Nelle Lorang, Madawat, dan Kota Uneng.

Saat ini pun persentase cakupan vaksinasi pada 11 wilayah itu telah mencapai 85 persen dari total populasi HPR sebanyak 3.261 ekor.

Ia mengatakan para petugas telah melakukan vaksinasi darurat rabies dengan mendatangi rumah-rumah warga. Jadwal vaksinasi pun telah dibagikan oleh kepala wilayah setempat.

Namun diakuinya vaksinasi belum bisa dilakukan secara menyeluruh karena banyak rumah yang masih kosong ketika petugas turun dari rumah ke rumah.

Padahal, untuk melakukan vaksinasi, katanya pemilik rumah harus memegang anjing sehingga suntikan vaksin dapat diberikan tanpa ada gangguan.

Pihaknya berharap kerja sama baik dari masyarakat agar proses vaksinasi bisa berjalan lancar sehingga mempercepat cakupan vaksinasi rabies di daerah yang telah ditetapkan sebagai kabupaten dengan kejadian luar biasa rabies tersebut.

"Sebelum divaksin, harap diikat atau dikandangkan terlebih dahulu," katanya berpesan.

Data Dinas Pertanian Kabupaten Sikka dari Januari 2023 sampai 7 Juli 2023 mencatat adanya 36 spesimen otak anjing yang positif dari 48 spesimen yang dikirim ke Balai Besar Veteriner Denpasar, Bali.

"Kami fokus vaksinasi pada daerah positif," demikian Ronaldo M Li Makin.

Baca juga: Kasus rabies naik, Gubernur NTT instruksikan anjing wajib divaksin

Baca juga: Dokter imbau warga digigit anjing segera disuntik VAR

Baca juga: Dinas Kesehatan Sikka NTT perkuat pelaporan pada tujuh Rabies Center

Baca juga: Dokter tekankan penatalaksanaan tepat gigitan HPR di daerah KLB Sikka


 

Pewarta: Fransiska Mariana Nuka
Editor: Andi Jauhary
Copyright © ANTARA 2023