mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan kawasan mangrove terutama dari sampah-sampah plastik yang sulit terurai.
Jakarta (ANTARA) -
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto mengajak masyarakat untuk menjaga kawasan mangrove karena kawasan tersebut dapat mencegah abrasi bahkan bisa menjadi penahan apabila terjadi gelombang tinggi atau  tsunami.
 
"Kita hidup dalam  lingkungan yang saling tergantung, di sini kita menyaksikan kawasan mangrove dimana kawasan ini sangat berguna dalam hal mencegah abrasi maupun menahan misalnya ada gelombang tsunami, " kata Karyoto saat ditemui dalam kegiatan Program Kepedulian Polri terhadap Lingkungan di Hutan Mangrove Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis.
 
Karyoto juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan kawasan mangrove terutama dari sampah-sampah plastik yang sulit terurai.
 
"Kita lihat sampahnya, sampah makanan semua ini, plastik, segala macam ada di sini, yang perlu kita tanamkan kesadaran pada kita semua pertama adalah kebersihan, kalau bisa sampah plastik jangan sampai berhamburan di kawasan ini, " katanya sambil menunjuk sampah plastik di kawasan tersebut.
 
Karyoto juga mengimbau kepada masyarakat sekitar mangrove untuk ikut mengumpulkan sampah-sampah secara mandiri terutama yang menggunakan bahan plastik.
 
Mantan Deputi Penindakan KPK tersebut sadar bahwa masalah kebersihan tidak bisa spontan dalam arti akan bersih seterusnya karena kemungkinan esoknya sudah kotor kembali.
 
"Ini adalah langkah awal, mungkin nanti ke depan melibatkan para pemangku kepentingan (stakeholder) lebih banyak banyak untuk menjaga mangrove, " ucapnya.
 
Karyoto berharap kegiatan yang melibatkan 350 orang gabungan dari Brimob, Dinas Kebersihan DKI Pemkot Jakarta Utara, dan beberapa warga masyarakat ini dapat menggugah masyarakat di sekitar kawasan pantai untuk hidup lebih bersih.
 
Sebelumnya diberitakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerjunkan 200 petugas gabungan Dinas Lingkungan Hidup dari Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu untuk membersihkan sampah di pesisir Hutan Mangrove Muara Angke pada hari Rabu (12/7).
 
Dalam aksi tersebut, sekitar 50 meter kubik sampah telah berhasil ditangani petugas secara manual menggunakan keranjang dan juga menggunakan alat berat ekskavator amfibi.
 
Kepala Satuan Pelaksana Unit Pelaksana Kebersihan Badan Air Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara M. Chusaeri memperkirakan pembersihan seluruh sampah di Hutan Mangrove Muara Angke hingga selesai akan membutuhkan waktu tiga hari, atau selesai pada Jumat (14/7) mendatang.
 
Menurut Chusaeri waktu tiga hari dibutuhkan karena wilayah pesisir Hutan Mangrove Muara Angke yang tertutupi sampah memiliki panjang antara dua hingga tiga kilometer, dari mulai ujung Kaliadem sampai Ecomarine Tourism Mangrove Muara Angke.
Baca juga: Pemprov DKI bersihkan tumpukan sampah di Pantai Mangrove Muara Angke
Baca juga: Sampah Pantai Mangrove Muara Angke diperkirakan dari daerah lain
Baca juga: Peneliti BRIN sarankan lokalisir sampah yang menuju Hutan Mangrove

Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Ganet Dirgantara
Copyright © ANTARA 2023