Kami berharap peringatan itu dapat ditaati para pelaku pelayaran agar tidak menimbulkan kecelakaan laut
Lebak (ANTARA) -
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan ketinggian gelombang perairan selatan Banten mencapai empat meter sehingga berbahaya bagi pelaku pelayaran yang melintasi perairan itu.
 
Koordinator Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Stasiun Meteorologi Maritim Kelas I Serang, Senin, Tatang mengatakan gelombang tinggi di perairan selatan Banten atau Samudera Hindia dan Selat Sunda bagian selatan mencapai empat meter.
 
Para pelaku pelayaran, mulai nelayan yang menggunakan perahu kincang dengan mesin tempel motor, termasuk kapal tongkang dan kapal ferry agar waspada melintasi perairan tersebut.
 
Peluang ketinggian gelombang perairan selatan Banten antara 2,5 sampai 4,0 meter bisa berdampak kecelakaan laut.
 
"Kami berharap peringatan itu dapat ditaati para pelaku pelayaran agar tidak menimbulkan kecelakaan laut," katanya menjelaskan.

Baca juga: BMKG imbau warga waspadai gelombang empat meter di perairan Talaud
 
Menurut dia, BMKG telah menyampaikan cuaca buruk di perairan selatan Banten kepada pengelola Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Binuangeun, Pelabuhan Merak, Polairud, BPBD, nelayan , pengelola wisata pesisir pantai, pengusaha hotel dan restoran serta pemerintah daerah setempat.
 
Penyampaian informasi cuaca buruk tersebut agar pelaku pelayaran meningkatkan kewaspadaan jika melintasi perairan selatan Banten.
 
Selain itu, juga wisatawan dan warga pesisir tidak boleh berenang di sekitar pantai, karena khawatir terseret gelombang tinggi.
 
Wilayah yang perlu diwaspadai antara lain, perairan selatan Banten untuk Selat Sunda bagian selatan meliputi Pantai Anyer, Carita, Labuan, Panimbang, Sumur dan Ujungkulon.
 
Begitu juga, Banten bagian selatan atau Samudera Hindia meliputi Pantai Binuangeun, Cikeusik, Cihara, Sukamaju, Panggarangan, Tanjungpanto, Bayah, Pulomanuk, dan Sawarna.

Baca juga: BMKG: Waspada gelombang tinggi 2 meter di selatan Kalteng
 
"Peringatan cuaca buruk itu hingga berlangsung Selasa (29/8)," kata Tatang.
 
Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Rizal Ardiansyah menyatakan kecelakaan laut yang menimpa nelayan tradisional di perairan selatan Banten cukup tinggi akibat gelombang tinggi dan tiupan angin.
 
Sepanjang tahun 2023 itu, kata dia,kasus kecelakaan yang dialami nelayan Lebak sebanyak tiga kejadian dan tiga orang dilaporkan meninggal dunia.
 
"Semua kecelakaan laut itu akibat gelombang tinggi yang dialami nelayan," kata Rizal.
 
Rizal menyebutkan, nelayan agar menggunakan pakaian rompi pelampung untuk menghindari kecelakaan laut itu.
 
Selama ini, sebagian besar nelayan di sini tanpa menggunakan peralatan pakaian pelampung.

"Kami terus menggelar bimbingan teknis kepada nelayan agar memakai rompi pelampung sehingga jiwanya bisa selamat jika terjadi kecelakaan laut," katanya.

Baca juga: BMKG prediksi hujan lebat guyur sebagian besar wilayah Indonesia
 

Pewarta: Mansyur suryana
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2023