Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur berusaha membentuk teknologi keuangan (fintech) syariah di wilayah tersebut dengan diawali menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk menggelar zakat produktif.

"Zakat produktif ini ditujukan pada pelaku ekonomi ultra mikro yang belum bisa difasilitasi oleh perbankan untuk penyediaan modal usahanya," kata Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dalam sambutannya pada pembukaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2023, di Surabaya, Jumat.

Oleh karena itu, Wagub Emil berharap penyelenggaraan FESyar Regional Jawa 2023 yang diinisiasi oleh Bank Indonesia, dapat menjadi wadah yang berharga untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan ide-ide inovatif bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jatim tersebut, mengapresiasi festival tersebut karena memiliki cakupan komprehensif dalam mendukung ekosistem ekonomi dan keuangan syariah (eksyar), terutama di Jawa Timur.

"Mari kita bersatu, belajar bersama, dan berinovasi demi mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Jawa Timur," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Doddy Zulverdi menyampaikan bahwa FESyar merupakan rangkaian agenda menuju Indonesian Sharia Economic Festival (ISEF) yang juga memamerkan UMKM secara hybrid.

"Ada 150 UMKM produk syariah yang mengikuti FESyar secara luring dan 200 UMKM secara daring. Untuk showcase via daring bisa diakses melalui laman www.fesyarjawa.com," katanya.

Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan tiga e-commerce ternama yang menyediakan landing page khusus untuk UMKM peserta FESyar Regional Jawa 2023.

"Kemudian pada 30 September 2023 kami akan menyelenggarakan Tabligh Akbar di Masjid Agung Surabaya Al Akbar dengan tema meneladani sifat Rasulullah dalam bermuamalah yang akan dipimpin oleh Habib Syaikh. Lalu closing ceremony akan digelar pada 1 Oktober 2023," ujarnya.


Baca juga: Wapres: Fintech syariah bisa berperan dorong inklusi keuangan syariah

Baca juga: Kemenko Perekonomian gandeng fintech syariah bangun UMKM tangguh

Pewarta: Abdul Hakim/Naufal Ammar Imaduddin
Editor: Nurul Aulia Badar
Copyright © ANTARA 2023