Kendari (ANTARA) - Tim Penyelamat Basarnas Kendari mengevakuasi kapal rombongan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara  yang mengalami mati mesin di sekitar Perairan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sultra pada Senin (2/10).

Kepala Basarnas Kendari Muhammad Arafah melalui keterangan resminya Selasa, mengatakan bahwa kapal yang mengalami mati mesin tersebut mengangkut 19 orang, yang di antaranya sebanyak 14 orang merupakan rombongan Dinkes Sultra yang hendak melakukan perjalanan tugas ke Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan.

"Ada 19 orang total orang di kapal, satu kapten, tiga ABK, dan 14 orang dari Dinkes Sultra," kata Arafah.

Ia mengungkapkan bahwa peristiwa kecelakaan kapal tersebut pertama kali diinformasikan oleh Anggota Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Sultra, pada Senin (2/10) sekitar pukul 19.00 WITA.

"Kami menerima melaporkan telah terjadi kecelakaan kapal terhadap satu buah perahu dengan 19 orang yang mengalami mati mesin di sekitar Perairan Laonti," ujarnya.

Baca juga: Basarnas evakuasi empat orang nelayan tenggelam di Wakatobi

Baca juga: Basarnas Kendari cari nelayan yang alami mati mesin di perairan Buton


Berdasarkan laporan tersebut, lanjut Aarafah, pihaknya kemudian memberangkatkan Tim Penyelamat Basarnas Kendari menggunakan perahu karet menuju lokasi kecelakaan untuk memberikan bantuan SAR pada pukul 19.20 WITA.

"Jarak tempuh lokasi kecelakaan kapal dari Dermaga Basarnas Kendari sekitar 16 mil laut," sebutnya.

Arafah juga menjelaskan bahwa setelah menemukan para korban, pihaknya langsung melakukan proses evakuasi seluruh rombongan menuju Dermaga Rakyat Laonti.

"Pada pukul 23.20 WITA, proses evakuasi selesai dan tiba di Dermaga Laonti dalam keadaan selamat," jelasnya.

Dia menuturkan bahwa dengan selesainya proses evakuasi 19 orang rombongan tersebut, operasi terhadap satu buah kapal dengan 19 orang yang mengalami mati mesin di sekitar Perairan Laonti dinyatakan selesai dan ditutup.

Arafah membeberkan bahwa kecelakaan kapal tersebut terjadi saat para rombongan Dinkes Sultra menyewa kapal untuk pergi ke Kecamatan Laonti dalam rangka memasang alat kesehatan di daerah tersebut. Akan tetapi, di tengah perjalanan kapal tersebut tiba-tiba mengalami mati mesin.

"Sehingga kapal tersebut membutuhkan pertolongan," tambahnya.

Baca juga: Basarnas evakuasi 19 orang korban kapal tenggelam di Pulau Bokori

Baca juga: Basarnas Kendari cari seorang wisatawan yang tenggelam di Pantai Taipa

 

Pewarta: La Ode Muh. Deden Saputra
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2023