Karanganyar (ANTARA) - Para petani di Dukuh Gemblung, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah memanfaatkan tenaga surya yang merupakan hibah dari UNS untuk tenaga pompa air di pertanian mereka.

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Komariah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu, mengatakan hibah diberikan kepada Kelompok Tani Makmur 1 yang diketuai oleh Waluyo.

Ia mengatakan sebelum memanfaatkan tenaga surya, selama ini para petani setempat menggunakan bahan bakar solar atau gas untuk mengoperasikan pompa air.

"Meski harganya terjangkau, kedua bahan bakar tersebut mudah langka. Di sisi lain, kedua bahan bakar tersebut tidak ramah lingkungan dan bukan sumber daya alam yang terbarukan. Penggunaan bahan bakar ini juga akan menghasilkan karbon dalam pembakarannya," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya bekerja sama dengan Prof Masateru Senge dari Universitas Gifu Jepang berupaya memperkenalkan tenaga surya sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan kepada Kelompok Tani Makmur 1.

"Hibah teknologi berupa panel surya berkapasitas 1.000 watt yang dilengkapi dengan baterai yang mampu menampung daya sampai dengan 2.000 watt, serta pompa air berkapasitas 500 liter/menit," katanya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan produksi pertanian  bagi Kelompok Tani Makmur 1.

Sementara itu, Kepala Desa Wonosari Didik Sutarto berharap hibah teknologi yang diberikan ini akan menjadi dasar berkembangnya sistem tenaga surya di Desa Wonosari. Ia berharap teknologi ini berkembang tidak hanya untuk bidang pertanian tetapi juga bidang lainnya.

"Semoga UNS dapat terus  untuk membantu cita-cita kami  mewujudkan suatu agrotourism di Desa Wonosari. Desa kami memiliki potensi, terutama para petani yang sangat bersemangat untuk tercapainya cita-cita tersebut," katanya.

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2023