Ambon (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mengajak pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memasarkan produk secara digital karena lebih efisien, cepat dan mudah.

Penjabat Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menyatakan, upaya pemberdayaan UMKM harus digenjot dan dioptimalkan, sehingga sektor ekonomi yang produktif ini dapat berkembang dan bertahan dengan mengoptimalkan pemasaran produk secara digital.

"Pemasaran produk digital murah dan mudah, dengan digitalisasi cukup memasarkan dari mana saja. Dimulai dari mengoptimalkan media sosial kemudian diperkuat dengan e-commerce,” katanya di Ambon, Kamis.

Di era digital katanya, pelaku usaha harus menyiapkan diri untuk bisa berkompetisi seiring perkembangan jaman.

Ia menjelaskan, berbagai upaya sementara dilakukan yakni menyiapkan tempat bagi para pelaku UKM untuk menjual produk, memberikan Nomor Induk Berusaha (NIB) gratis kepada seluruh pelaku usaha di kota Ambon.

Saat ini pihaknya telah menyerahkan sebanyak 1.000 NIB bagi pelaku UMKM secara gratis, hal ini menunjukkan bahwa Pemkot Ambon tetap memperhatikan para pelaku usaha tersebut.

Bodewin berharap, melalui bantuan ini pemilik usaha sukses menjalankan usaha, dan dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi warga kota guna membantu mengurangi angka pengangguran.

Selanjutnya upaya untuk membantu pemasaran pelaku UMKM yakni dengan meminta tanggung jawab sosial dari ritel modern yang ada di kota Ambon.

"Jika ada produk UMKM yang memenuhi syarat ditolak ritel modern, kita komitmen untuk menutup usaha mereka jika tidak ada tanggung jawab sosial," ujarnya.

Bodewin menambahkan, Pemkot terbatas dalam menyiapkan lapangan kerja bagi masyarakat, sehingga untuk menjawab hal tersebut minimal ada dukungan dari pihak swasta atau dari luar daerah.

Selain itu berupaya menciptakan kemandirian pelaku usaha sebagai bukti pelaku usaha semakin maju dalam hal kreativitas dan inovasi.

"Dampaknya bukan saja untuk mereka pribadi tapi keluarga mereka dan juga masyarakat yang ada di sekitar mereka guna meningkatkan perekonomian masyarakat," katanya.
 

Pewarta: Penina Fiolana Mayaut
Editor: Nurul Aulia Badar
Copyright © ANTARA 2023