Medan (ANTARA) - PT Pelni Medan siap mendukung operasional KM Lawit yang diminta oleh Pemerintah Kota Gunungsitoli untuk melayani rute Sibolga-Gunungsitoli selama masa puncak libur (peak season) Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.

"Kami mendukung pengoperasian KM Lawi itu. Kami akan menjual tiket secara 'online' dan 'offline'," ujar Kepala Cabang PT Pelni Medan Biwa Abi Laksana kepada ANTARA di Medan, Minggu.

Baca juga: KM Lawit berangkatkan 307 penumpang melalui pelabuhan Tanjung Priok

Biwa melanjutkan, penjualan tiket secara luring (offline) akan disiapkan di Sibolga dan Gunungsitoli.

Dia menjelaskan, Pemerintah Kota Gunungsitoli telah mengajukan pengoperasian KM Lawit ke Kementerian Perhubungan melewati rute Sibolga-Gunungsitoli sebagai kapal bantuan selama periode angkutan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.

Surat dari Pemerintah Kota Gunungsitoli tersebut ditembuskan ke beberapa pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan PT Pelni (Persero).

Baca juga: Penumpang KM Lawit harapkan cuaca ekstrem tak ganggu pelayaran

Meski belum mendapatkan persetujuan dari Kementerian Perhubungan, Biwa menegaskan bahwa Pelni Medan siap memfasilitasi pelayaran kapal tersebut ketika berada di Gunungsitoli dan Sibolga.

"Rute KM Lawit yang masuk dalam permintaan itu adalah Jakarta-Padang-Sibolga Gunungsitoli pulang pergi. KM Lawit ini berkapasitas seribu penumpang," kata Biwa.

Baca juga: Kabid Humas Polda Lampung tinjau kesiapan KM Lawit untuk isoter

Pelni Medan, dia menambahkan, juga akan mengoordinasikan permohonan Pemerintah Kota Gunungsitoli tersebut dengan Dinas Perhubungan Sumatera Utara dalam waktu dekat.

Untuk mengantisipasi ramainya penumpang, PT Pelni Cabang Medan mengajukan masa puncak libur (peak season) Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 mulai H-15 Natal hingga 31 Januari 2024.

Baca juga: 400 tempat tidur KM Lawit siap digunakan bagi pasien COVID-19 Lampung

Pengajuan itu dilakukan karena berdasarkan data akhir tahun 2022 sampai awal 2023, penumpang KM Kelud dari Belawan masih ramai sampai akhir Januari 2023.

Gagasan tersebut akan dibawa ke PT Pelni (Persero) pusat akan dilanjutkan ke pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan.

Baca juga: Pelni operasikan KM Lawit layari Natuna
Baca juga: KM Lawit promosikan destinasi wisata bahari


Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Tunggul Susilo
Copyright © ANTARA 2023