Jakarta (ANTARA) - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan realisasi belanja produk dalam negeri provinsi ini per Oktober 2023 telah mencapai Rp11,35 triliun dari target sebesar Rp15,8 triliun.

Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo saat membuka "Business Matching Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Batch VIII" di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, mengatakan, persentase pemenuhan komitmen tersebut sudah mencapai 71,8 persen dari target.

“Hasil ini tentunya masih bisa kita tingkatkan, mengingat target realisasi belanja produk dalam negeri yang tercantum sebagai salah satu indikator dalam Perjanjian Kinerja Kepala Perangkat Daerah adalah sebesar 80 persen,” kata Ratu kepada wartawan, Senin.

Ia mengatakan, peningkatan kinerja realisasi tersebut dapat dilakukan dengan terus menggunakan produk dalam negeri bersertifikat TKDN dalam pengadaan barang dan jasa yang akan direalisasikan.

Mengoptimalkan pencatatan pengadaan barang dan jasa yang telah dilaksanakan pada sistem Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan Kementerian Dalam Negeri juga menjadi cara lain meningkatkan realisasi komitmen itu.

Baca juga: DKI manfaatkan kegiatan ekonomi kreatif di Paris untuk promosi batik
Baca juga: Pemprov DKI perluas skala pemasaran produk UMKM lokal


Ia juga memohon dukungan dari seluruh pemangku kepentingan untuk menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia (Gernas BBI-BBWI) yang digelar di Jakarta sebagai tuan rumah hingga agenda puncaknya November mendatang.

“Apalagi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan maju apabila hanya mengandalkan APBD kita sendiri saja,” kata Ratu.

Selain itu, Ratu mengatakan bahwa agenda "business matching" yang telah memasuki pelaksanaan kedelapan itu bertujuan untuk mempertemukan kebutuhan pengadaan pemerintah dengan produsen dalam negeri sehingga mendorong penyerapan produk lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

"Business matching":yang diselenggarakan pada 16-19 Oktober 2023 tersebut diikuti sebanyak 18 perusahaan industri dalam negeri yang bergerak di berbagai sektor produksi, seperti material konstruksi bangunan, perangkat dan sistem elektronik serta pakaian.
 

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2023