Palu (ANTARA News) - Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan belum bisa mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri di Markas Kepolisian Resor (Polres) Poso, Sulawesi Tengah, pada Senin pagi.

Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, AKBP Soemarno, mengatakan jenazah pelaku yang meledakkan bom sesaat setelah para petugas melakukan apel pagi itu dalam keadaan hancur sehingga sulit diidentifikasi.

Warga yang berada di lokasi kejadian juga mengatakan bahwa tubuh pelaku bom bunuh diri hancur.

"Kondisi jenazah korban hancur dan bagian-bagian tubuhnya menyebar kemana-mana...," kata Sofyan, warga Poso yang sedang berada di lokasi kejadian.

Sebelum kejadian, ada saksi mata yang melihat seorang pria mengendarai sepeda motor masuk ke halaman Polres Poso di Jalan Pulau Sumatera setelah menerobos pos penjagaan polisi.

Petugas di pos penjagaan sempat menghentikan pria itu namun dia terus menerobos masuk dan hanya sekitar 20 meter dari pos penjagaan, di depan masjid yang ada di kompleks Markas Polres, bom yang dibawa pelaku meledak.

Selain menewaskan pelaku, ledakan itu menyebabkan beberapa bagian gedung Markas Polres rusak.

Menurut Soemarno, tidak ada anggota Polres Poso yang menjadi korban dalam peristiwa itu. "Hanya pelakunya saja yang tewas," katanya.


Pewarta: Riski Maruto dan Rolex Malaha
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2013