Ottawa (ANTARA) - Badan Layanan Perbatasan Kanada (Canada Border Services Agency/CBSA) pada Kamis (26/10) mengeluarkan sebuah peringatan "bersenjata dan berbahaya" (armed and dangerous) kepada para petugasnya yang ditempatkan di sepanjang perbatasan Kanada-Amerika Serikat (AS) menyusul dua insiden penembakan di Lewiston, Negara Bagian Maine, AS, pada Rabu (25/10) malam waktu setempat.

Dalam peringatan tersebut, CBSA meminta para petugasnya untuk mewaspadai pria yang dicurigai melakukan penembakan fatal di Lewiston yang menewaskan sedikitnya 18 orang dan melukai 13 lainnya.

"CBSA mengetahui peristiwa tragis di Maine. Para petugas kami telah diperingatkan tentang risiko tinggi dari situasi ini, dan kami akan terus waspada bersama mitra-mitra penegak hukum kami. Kami mendoakan warga Maine dan semua yang terkena dampaknya," ujar badan tersebut di media sosial X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.

CBSA mengatakan bahwa mereka sedang bekerja sama dengan mitra penegak hukum Kanada dan AS untuk "melindungi perbatasan Kanada dari ancaman atau upaya masuk secara ilegal."

Kedua insiden penembakan tersebut terjadi di Lewiston, sekitar 260 kilometer bagian barat daya Provinsi New Brunswick, Kanada.

Beberapa insiden penembakan terjadi pada Rabu sekitar pukul 18.56 waktu setempat, dengan beberapa lokasi yang terlibat, demikian konfirmasi Michael Sauschuck, komisaris Departemen Keselamatan Publik Maine, pada Rabu malam waktu setempat.

Kepolisian AS telah mengidentifikasi Robert Card (40), seorang instruktur senjata api terlatih sekaligus anggota Cadangan Angkatan Darat AS (U.S. Army Reserves), sebagai "orang yang diduga" dalam insiden dua penembakan fatal itu. Pihak kepolisian terus melakukan pencarian terhadap Card karena dia masih melarikan diri. Tersangka dianggap sebagai individu "bersenjata dan berbahaya".

Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2023