Ethiopia tingkatkan upaya pembangunan bendungan Sungai Nil

Ethiopia tingkatkan upaya pembangunan bendungan Sungai Nil

Ilustrasi. Seorang petani Mesir memperlihatkan tanah yang kering akibat kemarau di ladang yang sebelumnya mendapatkan pengairan dari Sungai Nil di Al-Dakahlya, sekitar 120km dari Kairo, Selasa (4/6). Ethiopia tidak berpikir panjang mengenai dampak dari proyek waduk ambisiusnya di sepanjang Sungai Nil, kata Mesir Minggu lalu, menggarisbawahi bagaimana keadaan negara-negara di sepanjang Sungai Nil khawatir mengenai dampak waduk tersebut terhadap persediaan air mereka. Kepresidenan Mesir mengutip hasil laporan penelitian oleh tim ahli dari Mesir, Sudan, dan Ethiophia mengenai dampak pembangunan waduk hidroelektrik dengan biaya sebesar 4,7 milyar dolar itu. Ethiopia memicu kekhawatiran mendalam di Mesir minggu lalu saat mereka mulai mengalihkan sungai sebagai bagian dari proyek tersebut. Mesir menggantungkan diri pada Sungai Nil untuk hampir semua kebutuhan airnya. (REUTERS/Mohamed Abd El Ghany)

Addis Ababa (ANTARA News) - Ethiopia, Rabu (12/6), menyatakan negara itu akan meningkatkan upayanya untuk membangun Bendungan Raksasa Renaissance Ethiopia (GERD) di Sungai Blue Nile.

Selama satu taklimat di Addis Ababa, Ibu Kota Ethiopia, Dina Mufti --Juru Bicara Kementerian Urusan Luar Negeri Ethiopia-- menyatakan Kementeriannya mengeluarkan satu pernyataan mengenai "aksi propaganda yang tidak perlu dan tidak membantu yang dikeluarkan oleh sebagian politikus Mesir, pemimpin masyarakat sipil dan partai politik mengenai GERD".

Menurut juru bicara itu, pernyataan tersebut mengatakan Ethiopia telah dua memanggil duta besar Mesir di Addis Ababa ke Kementerian Luar Negeri untuk menjelaskan posisi pemerintahnya mengenai komentar tersebut. Kementerian di Addis Ababa, katanya, tentu saja meminta penjelasan resmi dari Pemerintah Mesir sendiri.

"Ethiopia, pada gilirannya, menjelaskan kepercayaanya yang tak tergoyahkan mengenai persahabatan, kerja sama dan manfaat timbal-balik sebagai prinsip yang menggaris-bawahi hubungannya dengan semua negara sahabat, temasuk Mesir," kata juru bicara itu sebagaimana dilaporkan Xinhua.

"Dalam taklimat beredar pernyataan bahwa bendungan tersebut menimbulkan ancaman bagi kelangsungan hidup rakyat Mesir dan saran jahat mengenai cara merintis tindakan dengan tujuan menekan Ethiopia agar menghentikan pembangunan GERD," kata juru bicara itu.

Ia juga mengingatkan bahwa "ada serangkaian pernyataan provokatif" yang menyerang kepentingan Ethiopia dan keinginan rakyat untuk keluar dari kemiskinan.

"Saran yang disampaikan mengenai setiap bentuk perang atau bentuk lain sabotase tak bisa diterima dan tak memiliki tempat pada Abad 21. Dalam konteks ini, Ethiopia ingin menjelaskan bahwa negara ini mengharapkan Pemerintah Mesir menahan diri dari segala bentuk prilaku atau keterlibatan yang tak bisa diterima dan mengupayakan kerja sama lebih besar antara kedua negara," katanya.

Juru bicara tersebut mengatakan Ethiopia kembali menyatakan negara itu takkan menerima usul apa pun dari Mesir untuk menghentikan atau menunda pembangunan bendungan tersebut.

Ia juga mengungkapkan penghargaan Ethiopia buat Sundan atas pernyataan positif yang telah dikeluarkannya mengenai manfaat GERD seperti dijelaskan secara terperinci di dalam laporan mengenai Panel Ahli Internasional.

Juru bicara itu mengatakan Ethiopia tetap teguh dalam keinginannya untuk bekerjasama dengan Mesir dan membina hubungan lebih besar antara kedua negara.

(C003)

Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Raksasa bioteknologi China buka pabrik alat uji COVID-19 di Ethiopia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar