Tokyo (ANTARA) - Seorang tersangka pria bersenjata menyandera paling sedikit dua orang di sebuah kantor pos di Jepang setelah melukai dua orang lainnya dalam penembakan di sebuah rumah sakit, kata pihak berwenang dan media pada Selasa.

Pemerintah kota Warabi, di bagian utara Tokyo, lokasi insiden itu terjadi, mengatakan sejumlah sandera disandera oleh seorang pria yang "memiliki sesuatu seperti pistol".

Menurut laporan media, sedikitnya dua perempuan yang bekerja di kantor pos, yang berusia 20-an dan 30-an tahun disandera.

Tersangka pria yang berusia antara 40 dan 50 tahun itu, sebelumnya terlibat dalam penembakan di sebuah rumah sakit di kota tetangga Toda dan kemudian melarikan diri dari tempat kejadian, kata pemerintah kota di sana.

Dua orang terluka di rumah sakit.

Baca juga: Jepang umumkan sanksi bagi individu dan perusahaan terkait Hamas

Gambar yang disiarkan di televisi menunjukkan seorang pria yang mengenakan atasan olahraga dan kemeja putih berdiri di dalam kantor pos sambil mengacungkan sesuatu serupa pistol.

Beberapa petugas polisi yang mengenakan pelindung tubuh bersiaga di sekitar tempat tersebut.

Kejahatan dengan kekerasan, terutama insiden yang melibatkan senjata api, jarang terjadi di Jepang.

Hanya ada sembilan insiden penembakan tahun lalu, menurut badan kepolisian nasional, enam di antaranya terkait dengan geng kriminal.

Insiden-insiden tersebut mengakibatkan empat korban jiwa, termasuk pembunuhan mantan Perdana Menteri Shinzo Abe oleh seorang pria dengan senjata rakitan pada rapat umum kampanye pada Juli.

Baca juga: Indonesia dan Jepang bahas eliminasi pos tarif ikan olahan

Sumber: Reuters

Penerjemah: M Razi Rahman
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2023