Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat malam, meluncurkan akun "fan page" di Facebook dengan alamat Susilo Bambang Yudhoyono.

Sebagaimana dalam akun jejaring sosial twitternya, @SBYudhoyono, pada bio akun tersebut juga tertulis "Fan page resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dikelola oleh Staf Khusus Presiden Republik Indonesia. Posting dari Presiden ditandai *SBY*".

Segera setelah bergabung dengan Facebook, Presiden Yudhoyono mengunggah dua pesan dengan tanda *SBY* yang berarti ditulis langsung oleh Presiden.

Kedua pesan tersebut relatif jauh lebih panjang dari ketentuan 140 karakter yang disyaratkan twitter.

Pesan pertama Presiden berbunyi, "Saya sungguh senang telah menjadi bagian dari komunitas Twitter. Di samping saya bisa memberikan informasi, dan menjelaskan berbagai kebijakan dan tindakan yang saya lakukan dalam memimpin negara dan pemerintahan dewasa ini.

Di land of twitter saya telah menerima banyak masukan, saran, dan juga kritikan. Tidak jarang saya di-bully, meskipun tidak sedikit pula dukungan yang diberikan kepada saya. Semua itu saya anggap sebagai bagian dari kehidupan di dunia Twitter yang saling peduli dan berbagi. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih kepada para sahabat --follower saya-- atas persahabatan dan dukungannya."

Pesan kedua berbunyi, "hari ini, saya bergabung ke dunia Facebook, Youtube dan Google Hotspot. Saya ingin memperluas lagi interaksi dan komunikasi langsung dengan rakyat Indonesia, yang sebenarnya selama ini telah terbangun.

Mari kita saling berbagi dan memberikan inspirasi, mari kita makin bersatu untuk memajukan negeri kita, termasuk untuk mengatasi berbagai permasalahan bangsa yang akan selalu hadir di era transformasi dan globalisasi ini. Dan, tidak kalah pentingnya, maka kita saling memperkuat tali persahabatan dan kasih sayang diantara kita."

Pada kesempatan yang hampir bersamaan Presiden menyampaikan melalui akun twitternya jika akan melakukan komunikasi langsung dengan Satuan Tugas Penanggulangan Bencana di Aceh dan Riau melalui Google Hangouts.
(G003/Z002)

Pewarta: Gusti Nur Cahya Aryani
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2013