Jakarta (ANTARA News) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Senin ditutup tertekan 169,18 poin seiring dengan bursa saham kawasan Asia yang berada di area negatif.

IHSG BEI ditutup turun 169,18 poin atau 3,68 persen ke posisi 4.433,63, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 33,05 poin (4,32 persen) ke level 731,23.

Analis HD Capital, Yuganur Wijanarko di Jakarta, Senin, mengatakan koreksi di pasar saham kawasan Asia, termasuk IHSG BEI akibat penyesuaian pelaku pasar terhadap rencana pengurangan stimulus keuangan Bank Sentral AS atau The Fed.

"Selain itu, perlambatan ekonomi China juga menambahkan sentimen negatif bagi pasar saham sehingga indeks BEI terkoreksi dibawah level 4.600 poin," kata Yuganur.

Ia merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan untuk perdagangan saham pada, besok (Selasa, 9/7), yakni Lippo Karawaci (LPKR), Mulitpolar (MLPL), Charoen Pokpan (CPIN), Astra International (ASII).

Sementara itu, analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono menambahkan IHSG BEI pada awal pekan ini anjlok didorong oleh kekhawatiran akan ancaman tingginya inflasi dan juga naiknya suku bunga BI Rate.

"Dari eksternal, investor global juga khawatir bahwa pertumbuhan China akan tertahan oleh pengetatan kredit," kata Purwoko.

Ia memproyeksikan IHSG masih akan melemah namun tekanan jual akan mereda pada perdagangan Selasa (9/7) bergerak di kisaran 4.370--4.470 poin.

Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 140.644 kali dengan volume mencapai 3,167 miliar lembar saham senilai Rp4,172 triliun. Saham yang menguat 29, sementara yang melemah sebanyak 273 saham, dan yang tidak bergerak nilainya 62 saham.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng melemah 272,48 poin (1,31 persen) ke level 20.582,19, indeks Nikkei-225 turun 200,63 poin (1,40 persen) ke level 14.109,34, dan Straits Times melemah 11,13 poin (0,34 persen) ke posisi 3.158,62.


Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2013