Beijing (ANTARA) - Media China telah memainkan peranan penting dalam mempromosikan isu-isu kemanusiaan internasional dan penerapan hukum kemanusiaan, kata Najum Iqbal, Kepala Komunikasi Delegasi Regional Asia Timur Komite Palang Merah Internasional (ICRC).

Iqbal menuturkan dalam sebuah wawancara eksklusif kepada Xinhua, Senin (27/11), bahwa ICRC mengharapkan kerja sama yang lebih erat dengan media China untuk bersama-sama berkontribusi bagi perdamaian, pembangunan, dan kemajuan dunia.

Jurnalis dapat dijumpai di negara-negara dan kawasan yang dilanda konflik, kata Iqbal, seraya menambahkan bahwa liputan media dapat memengaruhi seberapa besar atensi yang diberikan para pemimpin dunia terhadap krisis kemanusiaan dan seberapa besar dana kemanusiaan yang disediakan.

"Suara media sangat penting, dan tentu saja media memikul tanggung jawab yang penting," tegasnya.

Berbicara soal kerja sama ekstensif antara ICRC dan media China selama bertahun-tahun, Iqbal menuturkan bahwa ketertarikan dan semangat media China dalam melaporkan isu-isu kemanusiaan internasional terus meningkat.

"Bagi media China, audiens Anda bukan hanya 1,4 miliar lebih penduduk China, tetapi juga audiens global yang menggunakan layanan bahasa asing Anda," ujar Iqbal.

Dia juga mengatakan bahwa pemberitaan mereka dapat memengaruhi tingkat kesadaran dan pengetahuan mereka tentang masyarakat yang tinggal di daerah terdampak konflik bersenjata, dan membantu menggalang lebih banyak dukungan serta simpati bagi mereka yang terjebak dalam krisis.

Di tengah akselerasi laju kerja sama antara ICRC dan Xinhua dalam beberapa tahun terakhir, Iqbal mengaku terkesan dengan kualitas pemberitaan di China. Dia berharap semakin banyak media yang memiliki pengaruh global dapat bergabung dalam pemberitaan mengenai perkembangan isu-isu kemanusiaan.

Sebagai perwakilan ICRC, Iqbal akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Media Dunia kelima yang akan diselenggarakan pada awal Desember mendatang.

Pada saat berbagai tantangan global mengemuka seperti ketegangan geopolitik saat ini, menurut dia, KTT itu digelar pada saat yang penting dan memberikan peluang terbuka untuk membahas berbagai narasi publik seputar isu-isu tersebut dan peran penting media dalam memengaruhi narasi itu.

"Dari perspektif kemanusiaan, saya ingin melihat lebih banyak pembahasan tentang bagaimana media dapat menarik perhatian publik pada konflik yang jarang diberitakan atau dalam kata lain, krisis yang terlupakan, tantangan-tantangan yang ditimbulkan oleh informasi yang keliru dan disinformasi serta dampaknya terhadap penduduk sipil, maupun nilai berita apa yang dimiliki laporan seputar isu kemanusiaan dalam keputusan editorial dan isu-isu serupa lainnya," demikian Iqbal.

Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2023