Kapuas Hulu (ANTARA) - Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat telah menyiapkan sebanyak 100 ton beras yang bisa digunakan untuk bantuan penanganan bencana seperti peristiwa banjir yang sedang terjadi di daerah tersebut.

"Cadangan beras pemerintah (CBP) ada 100 ton siap di gudang Bulog Putussibau untuk penanganan bencana," kata Pimpinan Perum Bulog Cabang Pembantu Putussibau Azwar Fuad, kepada ANTARA, di Putussibau Kapuas Hulu, Jumat.

Disampaikan Fuad, sewaktu-waktu cadangan beras pemerintah tersebut bisa dikeluarkan dari gudang Bulog dalam rangka penanganan bencana yang terjadi apabila diperlukan.

Menurut dia, Bulog Putussibau hanya memfasilitasi penyimpanan beras itu di gudang.

"Apabila pemerintah daerah melalui dinas terkait memerlukan beras tersebut untuk penanganan bencana, kami siap mengeluarkan dari gudang sesuai permintaan," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu Yanto Susanto menjelaskan untuk kondisi banjir di Kapuas Hulu pihaknya saat ini masih melakukan pemantauan atau monitor.

Baca juga: BNPB: Banjir rendam 376 rumah warga Kabupaten Kapuas Hulu Kalbar

Baca juga: Banjir dan tanah longsor di Bunut Hulu Kalbar satu jembatan hanyut


"Jika memang kami sudah menerima laporan dari desa atau kecamatan yang valid terkait banjir baru kami akan mengambil langkah -langkah seperti penyaluran bantuan seperti stok beras yang tersedia di Bulog serta sejumlah makanan ringan dan sembako bantuan dari provinsi sesuai data dari kecamatan dan desa," jelasnya.

Hanya saja, kata Yanto yang menjadi kendala pihak kecamatan dan desa yang terdampak banjir tidak segera menyampaikan laporan terkait kondisi bencana banjir di wilayahnya masing-masing.

"Padahal sudah jauh-jauh hari kami sudah sampai surat edaran dan peringatan dini serta format pelaporan bencana sebab yang diperlukan data yang akurat dari desa dan kecamatan yang terjadi bencana seperti banjir," ucapnya.

Yanto mengatakan, sampai saat ini baru dua kecamatan yang melaporkan kondisi banjir yaitu Kecamatan Pengkadan dan Kecamatan Bika.

Untuk di Kecamatan Pengkadan banjir melanda Desa Riam Panjang, Mawan dan Pengkadan Hilir.

Sedangkan, banjir di Kecamatan Bika terjadi di Desa Bika, Bika Hulu, Penyeluang, Nanga Manday, Jelemuk, Jongkong Manday dan Melapi Manday.

Ia mengatakan dari dua kecamatan itu terdapat 5.030 jiwa dari 1.678 kepala keluarga, sebanyak 78 fasilitas umum terdampak banjir bahkan sebanyak 1.105 rumah terendam banjir.

"Kondisi banjir pasang surut, sejumlah daerah sudah sempat surut, tapi karena curah hujan debit air kembali naik dengan kedalaman rata-rata 80 sampai dengan 1,5 meter," katanya.

Yanto kembali mengingatkan agar masyarakat Kapuas Hulu untuk meningkatkan kewaspadaan terkait bencana banjir, tanah longsor dan angin kencang atau puting beliung.

Selain itu, kepada para camat dan kepala desa untuk segera menyampaikan laporan berkaitan dengan data dan kondisi bencana di daerahnya masing-masing.

"Saat ini intensitas curah hujan cukup tinggi, bahkan BMKG sudah mengeluarkan peringatan dini yang sudah kami tindaklanjuti dengan surat peringatan dini dan edaran ke masing-masing kecamatan dan desa," kata Yanto.

Pantau ANTARA, terkait kondisi banjir di lapangan saat ini, banjir kembali melanda sejumlah dataran rendah di Kota Putussibau dan sekitarnya seperti di Teluk Barak Kelurahan Kedamin Hilir dan Tanjung Jati Kecamatan Putussibau Selatan kemudian Daerah Dogom Kecamatan Putussibau Utara dan sejumlah desa di pesisir bantaran perairan sungai Kapuas.

Kondisi saat ini kedalaman air rata-rata 50 sampai dengan satu meter di dataran rendah.

Baca juga: BPBD Kalbar terus pantau kondisi banjir dan longsor di Kapuas Hulu

Baca juga: BPBD Kapuas Hulu minta desa bentuk tim siaga bencana
Kondisi banjir di Teluk Barak Kecamatan Putussibau Selatan dan sejumlah dataran rendah di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. ANTARA (Teofilusianto Timotius)

Pewarta: Teofilusianto Timotius
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2023