Seoul (ANTARA News) - Serikat pekerja Hyundai Motor setuju untuk mengakhiri pemogokan yang berlangsung satu bulan dan menerima tawaran kenaikan gaji 5,1 persen, demikian informasi dari produsen otomotif terbesar Korea Selatan itu, Kamis. Perjanjian sementara mengenai kenaikan gaji dan insentif dicapai antara perusahaan dan para pemimpin serikat pekerja, Rabu malam, setelah melalui 18 putaran negosiasi, kata para pejabat Hyundai. Perjanjian menuntut persetujuan dari 40.000 anggota serikat pekerja yang akan memberikan suaranya pada Jumat, kata mereka. Pemogokan dimulai 26 Juni lalu setelah perusahaan menolak tuntutan pekerja, untuk menaikkan gaji sebesar 9,1 persen dan memperbesar insentif keuangan. Alasan perusahaan menolak tuntutan pekerja karena penguatan nilai tukar won telah menekan laba perusahaan yang sangat bergantung pada pendapatan ekspor. Pemogokan telah menyebabkan kehilangan produksi 93.882 unit senilai 1,29 triliun won (1,36 miliar dolar AS). Hyundai, produsen mobil terbesar ketujuh dunia yang menguasai 70 persen pangsa pasar mobil Korea Selatan, setiap tahun dilanda pemogokan pekerja yang berlangsung sejak 1995.(*)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2006