Jakarta (ANTARA) - Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo meluncurkan program "1 Keluarga Miskin 1 Sarjana" di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, untuk memutus rantai kemiskinan, menciptakan sumber daya manusia unggul, dan menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan merata.

"Semua ini berangkat dari pengalaman saya pribadi, ketika ingin kuliah dan orang tua tidak ada biaya, dan bagaimana orang tua saya berusaha mencari biaya kuliah untuk membuat masa depan anaknya lebih baik," kata Ganjar dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa.

Ganjar menuturkan orang tuanya pernah terlilit utang di rentenir karena meminjam uang untuk membiayai kuliah anak-anaknya.

"Orang tua saya juga pernah jual bensin eceran untuk biayain kuliah anak-anaknya dan untuk bertahan hidup, dan kami ikut membantu," ungkap Ganjar.

Tak hanya itu, Ganjar bahkan pernah berhenti kuliah selama 2 semester karena ketiadaan biaya, kemudian bekerja mengumpulkan uang untuk melanjutkan kuliah.

Hal inilah yang mendorong Ganjar dan Mahfud sepakat meluncurkan program "1 Keluarga Miskin 1 Sarjana". Hal ini diyakini menjadi salah satu cara agar keluarga miskin dapat mengubah nasib, bahkan lepas dari jerat kemiskinan.

Program "1 Keluarga Miskin 1 Sarjana" merupakan perluasan akses dan kebijakan afirmatif untuk anak miskin, disabilitas atau berkebutuhan khusus, serta warga di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T), dan perbatasan.

Baca juga: Ganjar ajak pendukung tekan kecurangan Pemilu 2024
Baca juga: Ganjar sebut 20 persen APBN tahunan cukup mendanai program pendidikan


Melalui program ini, mereka mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas hingga sarjana sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan.

Mantan Gubernur Jawa Tengah itu menjelaskan,l setiap kontestasi pemilu, ada harapan dari masyarakat kecil bahwa pemimpin yang terpilih akan membawa kehidupan yang lebih baik ke depan.

Banyak cara sudah dilakukan pemerintah saat ini melalui berbagai program dan bantuan, seperti bantuan langsung tunai (BLT), jaminan pendidikan melalui Kartu Indonesia Pintar. Namun kenyataannya masih banyak masyarakat miskin yang belum dapat mengubah nasib.

"Maka ketika amanat politik diberikan kepada saya untuk jadi capres, saya semangat untuk melawan kemiskinan itu, ayo kita lawan bersama kemiskinan agar hidup kita jauh lebih baik," ungkap Ganjar.

Ganjar memaparkan program "1 Keluarga Miskin 1 Sarjana" ini merupakan pengembangan dari pengalaman 10 tahun menjadi Gubernur Jawa Tengah.

Saat itu, Ganjar meluncurkan SMK Vokasi yang dapat mendorong anak berprestasi dari keluarga miskin bersekolah tanpa biaya dan segera memperoleh pekerjaan setelah lulus.

Dia kemudian menceritakan pengalaman seorang anak dari keluarga miskin yang menempuh pendidikan di SMK Vokasi dan sudah bekerja. Anak tersebut, lanjut Ganjar, bahkan mengirimkan uang Rp2 juta setiap bulannya kepada orang tuanya, termasuk untuk memperbaiki rumah orang tua.

"Kemarin saya datang dan menginap di rumah mereka terasa sekali kebahagiaan dari keluarga ini karena bisa lepas dari kemiskinan," kata Ganjar.

Dia menjelaskan, lewat program 1 Keluarga Miskin 1 Sarjana, paslon Ganjar-Mahfud akan membuka kesempatan bagi anak keluarga miskin untuk sekolah sampai perguruan tinggi.

"Bapak-ibu, bantu kami. Kita cari keluarga miskin dengan anak yang berprestasi, semangat sekolah, maka kita dukung untuk bisa sekolah sampai jenjang perguruan tinggi," ujar Ganjar.

Dia menambahkan Ganjar-Mahfud berharap program tersebut menjadi gerakan besar, minimal ada 1 sarjana dalam 1 keluarga miskin.

"Anggaran pendidikan yang 20 persen di APBN dan APBD bisa dikonsenkan ke sana sehingga bisa diinvestasikan untuk menyambut bonus demografi, sekaligus melepaskan masyarakat dari jerat kemiskinan," tuturnya.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2023