London (ANTARA News) - Inggris menarik semua stafnya dari kedutaan besarnya di Yaman setelah Amerika Serikat memerintahkan warganya meninggalkan negara tersebut sesudah adanya peringatan terjadinya teror di seluruh dunia.

"Karena peningkatan keamanan, semua staf di kedutaan kami di Yaman untuk sementara ditarik, dan kedutaan akan tetap ditutup hingga staf kami kembali," kata juru bicara kantor luar negeri Inggris, Selasa.

Inggris adalah satu di antara beberapa negara Barat yang menutup kedutaannya pada akhir pekan menyusul peringatan AS terkait serangan Al Qaida. Inggris juga menarik beberapa stafnya.

Dalam peringatan pada hari Selasa, AS memerintahkan warganya untuk segera meninggalkan Yaman dan menarik semua staf non esensial pemerintahnya.

Peringatan tersebut dilaporkan terkait penyadapan komunikasi antara pemimpin Al Qaida Ayman al-Zawahiri dan pemimpin afiliasinya yang bermarkas di Yaman yaitu Nasser al-Wuhayshi.

London awalnya menutup kedutaannya di Sanaa hanya untuk hari MInggu dan Senin, namun di hari Senin dikatakan akan memperpanjang penutupan tersebut hingga akhir perayaan Idul Fitri pada pekan ini.

Setelah Washington menutup 20-an kedutaannya dan konsulat pada Minggu, dikatakan hampir 19 pos diplomatik di Timur Tengah dan Afrika akan tetap di tutup hingga 10 Agustus.

Pemerintah Inggris menyarankan warganya tidak berpergian ke Yaman dan dalam situsnya "sangat mendesak" warga Inggris untuk segera meninggalkan negara tersebut, demikian AFP melaporkan.

(I028)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2013