Lahan seluas 10 hektare tersebut di lima titik
Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kota Lhokseumawe Provinsi Aceh menggerakkan petani di daerah itu untuk menanam komoditas pangan cepat panen, salah satunya bawang merah untuk menciptakan ketahanan pangan.

Pj Wali Kota Lhokseumawe A Hanan, Minggu, mengatakan kali ini Pemkot menggerakkan dan membantu kelompok inovasi tani mandiri Blang Buloh, Kecamatan Blang Mangat, untuk menanam perdana komoditas bawang merah di lahan seluas 10 hektare.

“Lahan seluas 10 hektare tersebut di lima titik,” kata A Hanan dalam keterangan diterima di Banda Aceh, Minggu.

Ia menjelaskan Pemkot Lhokseumawe menyalurkan sebanyak 7.500 kilogram bibit bawang merah serta 3,5 ton pupuk kepada kelompok tani itu.

Bibit dan pupuk tersebut merupakan bantuan Kementerian Pertanian tahun anggaran 2023, untuk pelaksanaan pada tahun 2024 ini.

Baca juga: BI: Pengendalian inflasi Aceh makin membaik, peringkat kedua Sumatera

Baca juga: Kementan upayakan peningkatan produktivitas petani Aceh Besar


Menurutnya, penanaman bawang merah ini dalam rangka percepatan pengembangan kawasan bawang merah, sebagai upaya menjaga ketahanan pangan dari pemanfaatan lahan tidur di daerah Tanah Rencong itu.

Pengembangan bawang merah tersebut dikawal khusus oleh penyuluh pertanian. Penanaman bawang merah ini diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia mengatakan jika penanaman dilakukan dengan baik dan tumbuh subur serta perawatan bagus maka hasil panen bawang merah tersebut bisa mencapai 13 ton.

“Pemkot sudah berkoordinasi untuk membuat pasar tani di Kota Lhokseumawe. Harapannya pendapatan petani meningkat, petani lebih diuntungkan dan konsumen juga diuntungkan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kelompok Inovasi Tani Mandiri Blang Buloh Hamdani mengatakan penanaman bawang merah ini merupakan yang perdana di daerahnya, sehingga dibutuhkan dukungan dari pihak agar programnya berjalan sukses.

“Harapan kami, Blang Buloh ini menjadi sentral bawang merah,” kata Hamdani.

Menurut dia, sejauh ini tidak ada kendala dalam penanaman bawang merah di lahan yang dipakai oleh warga itu. Pengolahan tanah juga dilakukan secara swadaya secara manual, dan pemerintah menyediakan bibit dan pupuk.

“Hanya saja kita butuh traktor memudahkan menggarap lahan, karena sebelumnya dilakukan secara manual,” katanya.

Baca juga: Wamentan luncurkan program 1.000 kelompok petani milenial di Aceh

Baca juga: PUPR: Proyek Irigasi Lhok Guci Aceh tingkatkan taraf hidup petani

Pewarta: Khalis Surry
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2024