Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi D (bidang pembangunan) DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh mengingatkan agar Pemprov DKI sigap merespon aduan dari warga khususnya dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA).

“Saya mendukung dengan pengaduan online seperti ini, tetapi kita melihat di lapangannya ini dan yang kedua soal respon cepatnya seperti apa di lapangan, itu yang perlu kita antisipasi,” ungkap Nova di Jakarta, Kamis.

Ia mengimbau Pemrov DKI terlambat menindaklanjuti pengaduan banjir lantaran keterbatasan personel. Kondisi demikian bisa berdampak pada warga, termasuk pengguna jalan.

“Masalah keterbatasan tenaga, proses masalah kegiatan teknisnya itu kan artinya masih ada keterbatasan. Nah, ini yang harus kita antisipasi secara bersama artinya memang jangan sampe masyarakatnya melapor terus tetapi tidak ada antisipasi yang benar-benar masif,” kata Nova.

Ia juga berharap, Pemprov DKI tidak hanya fokus pada penanganan banjir kiriman. Selain itu harus fokus pada wilayah rawan banjir dan genangan.

"Kayak di Kemang Raya, itu kan genangan tinggi banget. Kiri kanan tempat usaha artinya kita lihat mereka kalau banjir siapa juga mau kesana, ini harus benar-benar kita selesaikan,” ungkap dia.

Upaya lain yang diminta Nova yakni, memperbanyak drainase. Khususnya di kawasan yang rawan banjir. Sehingga dapat menghindari genangan air di permukaan.

"Ada di wilayah perumahan yang wilayahnya mengalami cekungan, tidak ada drainase yang bagus,” jelas Nova.

Baca juga: DKI targetkan rumah pompa kendali banjir di Kemang beroperasi Maret

Baca juga: BPBD DKI ingatkan warga di tiga wilayah Jakarta yang berpotensi banjir

Baca juga: Hujan deras, Jalan Jambore Cibubur banjir hingga 50 cm


Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2024