Beijing (ANTARA) - Infrastruktur kereta China mencatat kemajuan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir, dengan hampir 80 persen jaringan kereta cepat di negara tersebut kini telah rampung, kata Badan Perkeretaapian Nasional China pada Rabu (10/1).

Saat ini, pembangunan rel kereta di negara itu secara umum berfokus pada pembangunan jalur kereta urban dan antarkota serta pusat-pusat logistik modern, kata Tian Jun, kepala teknisi di badan tersebut.

Menurut dia, dengan kecakapan teknologi terdepan secara global di sektor ini, China memprioritaskan penelitian dasar dan mengupayakan terobosan dalam teknologi perkeretaapian mutakhir untuk mencapai kemandirian teknologi.

Data resmi menunjukkan bahwa hingga akhir 2023, jaringan kereta api yang beroperasi di China memiliki total panjang sekitar 159.000 km, dengan jalur kereta cepat menyumbangkan 45.000 km.

Jalur kereta China memimpin dalam hal pendapatan penumpang dan kargo global, dengan kereta cepat Fuxing beroperasi di 31 daerah setingkat provinsi di seluruh negeri, menurut badan tersebut.

​​​​​​

Pewarta: Xinhua
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2024