Mataram (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendukung upaya Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam mengembangkan hilirisasi industri rumput laut.

Wakil Kepala BRIN, Prof Amarulla Octavian, mengaku sudah mengunjungi Ekas untuk melihat potensi rumput lautnya yang begitu besar di wilayah selatan Kabupaten Lombok Timur.

"Potensinya luar biasa sehingga perlu kita kembangkan secara signifikan," ujarnya saat bertemu Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi dalam keterangan tertulis di Mataram, Selasa.

Ia mengatakan dalam tinjauannya pihaknya akan melibatkan masyarakat dengan mengundang untuk melakukan pembekalan bekerjasama dengan Universitas Mataram (Unram).

"Jadi nanti Unram bagaimana memberikan bantuan manajemen untuk meningkatkan kompetensi para petani sehingga nantinya ada yang menjadi petani rumput laut, petani lobster dan lain sebagainya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," katanya.

Sementara Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi menyambut baik dan memberikan dukungan terkait kehadiran BRIN di NTB.

"Ada secercah cahaya di ujung terowongan," ujarnya.

Menurutnya, potensi ekonomi baru di laut wilayah selatan Lombok Timur bisa dikembangkan sehingga diharapkan NTB memiliki potensi unggulan laut dalam meningkatkan ekonomi masyarakat.

"Tinggal bagaimana menjaga tempat dan pemberdayaan masyarakat," kata Miq Gite sapaan akrab Pj Gubernur NTB.

Miq Gite, menyebutkan potensi rumput laut di NTB, tidak hanya di Ekas melainkan juga ada di Teluk Saleh.

"Mudah-mudahan potensi ini bisa berguna bagi pemanfaatan ekonomi secara nasional dan para investor kedepannya bisa tertarik untuk datang ke NTB untuk berinvestasi terhadap potensi laut kita," katanya.

Baca juga: NTB ekspor rumput laut ke Vietnam

Baca juga: NTB Targetkan Produksi Rumput Laut 250.000 Ton

Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Nurul Aulia Badar
Copyright © ANTARA 2024